21 Cabor Ancam Mundur, Porprov Sulsel 2026 Terancam

SULSELTA.NET, Makassar — Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 menghadapi polemik serius. Sebanyak 21 cabang olahraga (cabor) menyatakan penolakan mengikuti Porprov setelah anggaran operasional yang disetujui dinilai jauh dari kebutuhan.

Porprov Sulsel XVIII dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bone dan Wajo pada 7–14 November 2026. Namun, sekitar satu bulan menjelang pelaksanaan, persoalan anggaran menjadi perhatian pengurus cabor.

Polemik ini merupakan akumulasi dari persoalan pendanaan yang telah mencuat sejak beberapa bulan terakhir.

Pada Maret 2026, alokasi dana Porprov Sulsel diproyeksikan sekitar Rp6,75 miliar. KONI Sulsel saat itu menilai anggaran tersebut masih belum memadai untuk membiayai pelaksanaan ajang olahraga multi-event tingkat provinsi.

Persoalan anggaran kemudian mulai dirasakan pengurus cabang olahraga. Memasuki September 2026, sejumlah cabor menghadapi penurunan alokasi dana sehingga harus melakukan efisiensi terhadap program pembinaan atlet.

Pada pertengahan September, masing-masing cabor menyusun dan menyerahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan kebutuhan teknis penyelenggaraan pertandingan. Kebutuhan itu antara lain mencakup peralatan pertandingan, honor perangkat pertandingan, wasit atau juri, serta fasilitas teknis lainnya.

Polemik semakin mengemuka pada akhir September setelah sejumlah nomor pertandingan putri, termasuk sepak bola putri dan futsal putri, dibatalkan dengan pertimbangan efisiensi anggaran.

Kebijakan itu mendapat respons dari atlet dan pelatih daerah yang sebelumnya telah menjalani persiapan Pra-Porprov. DPRD Sulsel juga sempat berencana memanggil pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut.

Situasi mencapai puncaknya pada Selasa (7/10/2026), setelah muncul besaran anggaran operasional yang disetujui untuk masing-masing cabang olahraga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran yang tersedia disebut hanya sekitar 20 persen dari kebutuhan yang diajukan cabor. Sejumlah cabang olahraga mendapatkan plafon sekitar Rp75 juta hingga Rp80 juta.

Salah satu contoh adalah cabang olahraga panahan. RAB yang diajukan mencapai Rp332 juta, sementara anggaran yang disetujui disebut sebesar Rp80 juta.

Besarnya selisih antara kebutuhan dan anggaran yang tersedia membuat pengurus sejumlah cabor menilai pelaksanaan pertandingan akan sulit dilakukan sesuai kebutuhan teknis.

Sebanyak 21 cabang olahraga kemudian menyatakan sikap menolak mengikuti Porprov Sulsel XVIII apabila persoalan anggaran tidak mendapatkan penyelesaian.

Cabor yang menyatakan sikap itu yakni Panahan, Tinju, Taekwondo, Biliar, Modern Pentathlon, Bola Basket, Barongsai, Atletik, Senam, Akuatik, Kurash, Pencak Silat, Softball, Muaythai, Karate, E-Sport, Tenis Lapangan, Selam, Anggar, Tarung Derajat, dan Kickboxing.

Ancaman mundurnya puluhan cabor membuat persiapan Porprov Sulsel XVIII menghadapi tantangan besar menjelang pelaksanaan. (*/Red)