SULSELTA.NET, Sleman — PSM Makassar harus menelan kekalahan telak 0-3 saat menghadapi PSS Sleman pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (11/10/2026).
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi skuad Juku Eja yang belum mampu menunjukkan konsistensi permainan pada awal musim. Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menyoroti rendahnya motivasi, agresivitas, dan sejumlah kesalahan mendasar yang dilakukan para pemainnya.
PSM sebenarnya mengawali pertandingan dengan mencoba mengambil inisiatif serangan. Sejumlah peluang tercipta melalui Stefan Jevtoski, Lars Veldwijk, dan Henhen Herdiana. Namun, upaya tim tamu belum mampu menghasilkan gol.
Sebaliknya, PSS Sleman berhasil memanfaatkan kelengahan pertahanan PSM untuk membuka keunggulan pada menit ke-34.
Gol pertama tuan rumah dicetak Hiromu Tanaka setelah menerima umpan Gustavo Tocantins. Penyelesaian Tanaka gagal diantisipasi penjaga gawang PSM, Hilman Syah.
Menjelang berakhirnya babak pertama, PSM kembali menghadapi masalah setelah Rizky Eka Pratama mengalami cedera akibat benturan. Ia kemudian digantikan Gala Pagamo pada masa tambahan waktu.
Skor 1-0 untuk keunggulan PSS Sleman bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Kalezic melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan daya serang timnya.
PSM berusaha mengejar ketertinggalan dengan memasukkan pemain bertipe menyerang, termasuk Luka Cumic dan Kodai Tanaka.
Namun, perubahan strategi itu belum mampu membongkar pertahanan tuan rumah. PSM justru kesulitan menjaga keseimbangan permainan ketika kehilangan penguasaan bola.
Situasi tersebut dimanfaatkan PSS Sleman untuk menggandakan keunggulan pada menit ke-85.
Hiromu Tanaka kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan serangan balik cepat. Gol keduanya membawa PSS unggul 2-0.
Memasuki masa tambahan waktu, PSS semakin menjauh melalui gol Matheus Fornazari pada menit ke-90+2.
Pemain pengganti itu mencetak gol melalui sundulan yang kembali menaklukkan Hilman Syah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, PSM tidak mampu memperkecil ketertinggalan. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 3-0 bagi PSS Sleman.
Kalezic Soroti Mentalitas dan Agresivitas Pemain
Seusai pertandingan, Darije Kalezic mengungkapkan kekecewaannya terhadap penampilan anak asuhnya.
Menurut Kalezic, PSM gagal menunjukkan motivasi dan agresivitas yang dibutuhkan untuk menghadapi PSS Sleman.
Ia menjelaskan bahwa sebelum pertandingan, tim pelatih telah mengingatkan para pemain mengenai potensi kebangkitan PSS yang bertekad mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun.
Namun, dalam pertandingan, PSM dinilai tidak mampu mengimbangi semangat dan intensitas permainan tuan rumah.
Kalezic juga menyoroti kesalahan umpan sederhana dan kehilangan penguasaan bola yang berulang kali mengganggu organisasi permainan PSM.
Kesalahan itu membuat upaya membangun serangan tidak berjalan efektif sekaligus memberikan kesempatan kepada lawan untuk melancarkan serangan balik.
PSM Sudah Kebobolan 11 Gol
Kekalahan dari PSS Sleman semakin memperlihatkan persoalan di sektor pertahanan PSM Makassar.
Dalam empat pertandingan awal Super League 2026/2027, Juku Eja tercatat telah kebobolan 11 gol.
Catatan itu menjadi perhatian serius bagi tim pelatih, terutama menyangkut koordinasi lini belakang dan keseimbangan permainan ketika menghadapi serangan balik.
Kalezic mengakui bahwa performa timnya masih berada di bawah standar yang diharapkan.
Ia menilai para pemain harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki organisasi permainan, meningkatkan konsentrasi, serta menunjukkan motivasi yang lebih tinggi dalam setiap pertandingan.
Hasil di Sleman sekaligus menjadi bahan evaluasi PSM sebelum menghadapi PSIM Yogyakarta pada pertandingan berikutnya.
Juku Eja dituntut segera memperbaiki performa, terutama di lini pertahanan, agar tidak kembali kehilangan poin pada lanjutan kompetisi Super League musim ini. (*/Red)






