Sehari Usai Salat Istisqa, Malino Diguyur Hujan

SULSELTA.NET, Gowa — Hujan akhirnya mengguyur kawasan wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (23/10/2026) sore. Turunnya hujan disambut sukacita warga setelah wilayah dataran tinggi itu mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.

Hujan turun sehari setelah ratusan warga bersama tokoh agama dan pemerintah setempat melaksanakan salat Istisqa atau salat sunah memohon hujan di Masjid Baitussalam Malino, Kamis (22/10/2026).

Sekitar 250 warga mengikuti salat berjemaah sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun di tengah kondisi kekeringan yang melanda wilayah Tinggimoncong.

Pada Jumat sore, kondisi langit Malino mulai berubah. Awan tebal menyelimuti kawasan wisata pegunungan itu sebelum hujan mulai turun sekitar pukul 16.00 WITA.

Hujan yang awalnya berupa rintik-rintik kemudian meningkat intensitasnya dan membasahi sejumlah kawasan di Malino.

Camat Tinggimoncong, Hikmatullah, menyampaikan bahwa hujan berlangsung sekitar dua hingga tiga jam.

Turunnya hujan membawa kegembiraan bagi masyarakat yang selama beberapa waktu menghadapi dampak kemarau panjang.

Warga menyambut hujan dengan rasa syukur, terlebih karena peristiwa itu terjadi sehari setelah pelaksanaan salat Istisqa.

Selain memberikan kesejukan, hujan diharapkan membantu mengurangi kondisi kekeringan, meningkatkan ketersediaan air, serta menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di kawasan pegunungan Malino.

Meski demikian, dampak hujan terhadap pemulihan sumber air bersih maupun penurunan risiko kebakaran hutan dan lahan masih memerlukan pemantauan lebih lanjut.

Bagi masyarakat Malino, hujan yang turun setelah pelaksanaan salat Istisqa menjadi momentum penuh rasa syukur di tengah harapan agar musim kemarau segera berakhir.