SULSELTA.NET, Bantaeng — Sejumlah warga di Kabupaten Bantaeng mengeluhkan distribusi air bersih PDAM yang disebut belum mengalir ke rumah mereka selama beberapa pekan hingga sekitar satu bulan.
Tokoh masyarakat, Syamsuddin Adam, menyampaikan keluhan tersebut melalui keterangan yang diterima pada Senin (17/8/2026). Menurutnya, persoalan distribusi air terjadi di sejumlah titik, antara lain Kampung Beru RW 6 Bonto Atu, Kampung Bira-Bira di Bonto Sunggu, serta Kampung Bonto Tiro.
Syamsuddin menyebut warga di Kampung Beru RW 6 Bonto Atu telah sekitar satu bulan tidak mendapatkan aliran air melalui meteran PDAM. Kondisi serupa, menurut keterangannya, dialami warga Kampung Bira-Bira, Bonto Sunggu, yang juga disebut tidak memperoleh aliran air selama sekitar satu bulan.
Sementara itu, warga Kampung Bonto Tiro yang lokasinya disebut tidak jauh dari instalasi pengolahan air (IPA) PDAM juga mengeluhkan air yang tidak mengalir. Berbeda dengan beberapa wilayah tersebut, Syamsuddin menyebut aliran air di Kampung Lembang Loe telah kembali tersedia dalam empat hari terakhir.
Ia mengatakan persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan langsung kepada pihak PDAM. Syamsuddin mengaku sudah lima kali mendatangi kantor PDAM untuk menyampaikan aspirasi warga.
Terakhir, pada 10 Agustus 2026, ia bersama sejumlah warga Bonto Atu, Bonto Tiro, dan Bonto Sunggu mendatangi kantor PDAM dan beraudiensi dengan Direktur PDAM Bantaeng, Suardi.
Menurut Syamsuddin, dalam pertemuan itu Suardi menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan pengaliran air dari wilayah hulu hingga hilir. Namun, Syamsuddin menilai hingga kini persoalan distribusi air di sejumlah titik yang dikeluhkan warga belum sepenuhnya teratasi.
Ia juga mempertanyakan distribusi air karena berdasarkan pengamatannya, sumber air di wilayah Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, tersedia dan air disebut telah masuk ke bak induk IPA Bonto Tiro. Namun, menurutnya, sebagian warga masih kesulitan mendapatkan air melalui jaringan rumah masing-masing.
Di Kampung Beru, tepatnya di sekitar Gudang Koperasi Merah Putih, Syamsuddin memperkirakan terdapat sekitar 20 rumah yang sudah sekitar satu bulan tidak memperoleh aliran air.
Keluhan lainnya datang dari warga Lembang Loe yang mempertanyakan pemerataan pelayanan air bersih, terutama karena terdapat wilayah lain di sekitar Bonto Atu yang disebut masih memperoleh aliran air.
Atas kondisi tersebut, Syamsuddin berharap PDAM Bantaeng segera mengevaluasi distribusi air dan memastikan pelayanan air bersih dapat diterima secara merata oleh pelanggan yang terdampak.
Hingga kini, keterangan resmi dari pihak PDAM Bantaeng, termasuk Direktur PDAM, Suardi, mengenai penyebab terhentinya aliran air di sejumlah wilayah, kondisi pasokan dari sumber dan IPA Bonto Tiro, serta langkah penanganan terhadap keluhan warga belum diterima. (*)







