SULSELTA.NET, Makassar — Perjalanan pengabdian seseorang tidak selalu dimulai dari jabatan besar. Ada yang mengawalinya melalui kegiatan sejak usia sekolah, kemudian berkembang melalui pengalaman dan keterlibatan dalam berbagai organisasi.
Kisah itu tergambar dalam perjalanan Winda Baso, S.H., M.H., perempuan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang telah lama berkecimpung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, kebencanaan, organisasi, hingga bidang hukum.
Berbagai pengalaman yang dilaluinya menjadi bagian dari perjalanan panjang, mulai dari aktivitas olahraga dan kepramukaan hingga keterlibatan dalam organisasi bantuan hukum.
Berawal dari Olahraga dan Kepramukaan
Sejak usia sekolah, Winda telah aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar ruang kelas. Lulusan SMP Negeri 5 Makassar dan SMA Negeri 5 Makassar ini menekuni olahraga bela diri sebagai atlet Indonesia Karate-Do (INKADO) cabang ASMI ketika masih duduk di bangku SMP.
Selain aktif dalam olahraga karate, ia juga pernah menjadi anggota Pramuka. Kedua kegiatan itu menjadi bagian dari pengalaman awalnya dalam mengenal kedisiplinan, kerja sama, dan kehidupan berorganisasi.
Ketertarikannya pada kegiatan kemasyarakatan kemudian terus berkembang.
Pada 2005, Winda bergabung sebagai bagian dari angkatan pertama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan.
Keterlibatannya dalam Tagana menjadi salah satu bagian penting perjalanan sosialnya. Berdasarkan informasi yang disampaikan, hingga kini ia masih aktif sebagai anggota Tagana Kota Makassar.
Menempuh Pendidikan Hukum dan Aktif Berorganisasi
Di tengah aktivitas sosialnya, Winda juga menempuh pendidikan tinggi di bidang hukum.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Hukum yang diselesaikannya pada 2009.
Pendidikan tersebut berjalan beriringan dengan pengalamannya dalam berbagai organisasi.
Pada 2000, Winda pernah dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Menwa Gagak Hitam Universitas Muslim Indonesia.
Kiprahnya kemudian berlanjut sebagai Sekretaris Umum LMRI periode 2010–2015. Setelah itu, ia menjabat sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LBH GMBI) Sulawesi Selatan periode 2015–2019.
Pengalaman di bidang bantuan hukum turut memperluas keterlibatannya dalam kegiatan organisasi yang berkaitan dengan persoalan hukum dan kemasyarakatan.
Berperan dalam Organisasi Perempuan dan Kepemudaan
Aktivitas Winda tidak hanya berpusat pada bidang hukum.
Sejak 2010, ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) Kota Makassar. Berdasarkan informasi yang diberikan, jabatan itu masih diembannya hingga sekarang.
Selain itu, Winda tercatat sebagai pengurus Karang Taruna Kota Makassar, organisasi yang bergerak dalam kegiatan sosial dan pembinaan generasi muda.
Beragam peran itu memperlihatkan luasnya bidang organisasi yang pernah digelutinya, mulai dari kebencanaan, kepemudaan, kegiatan perempuan, hingga bantuan hukum.
Dalam perkembangan aktivitas organisasinya, Winda juga disebut mendapat kepercayaan menjadi bagian dari jajaran pengurus inti Lembaga Hukum Indonesia (LHI) wilayah Sulawesi Selatan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, organisasi itu menghimpun sekitar 250 pengacara atau advokat serta 30 anggota berlatar belakang jenderal.
LHI juga disebut dipimpin oleh Edi Imran, S.H., M.H.
Pengalaman Menghadiri Kegiatan di Istana Kepresidenan
Salah satu pengalaman yang turut mewarnai perjalanan Winda adalah kesempatan menghadiri kegiatan di lingkungan Istana Kepresidenan Republik Indonesia.
Pada 2018, ia disebut memperoleh undangan untuk mengikuti kegiatan selama tiga hari bersama sejumlah pengurus DPC dan DPW Ikatan Perangkai Bunga Indonesia dari berbagai daerah.
Kegiatan itu disebut dihadiri para perempuan yang mewakili daerah masing-masing, termasuk sejumlah peserta yang memiliki latar belakang sebagai istri pejabat daerah dan pimpinan lembaga legislatif.
Setahun kemudian, tepatnya pada 17 Agustus 2019, Winda kembali disebut memperoleh undangan untuk menghadiri upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Menurut informasi yang disampaikan, kehadirannya dalam kegiatan itu berkaitan dengan penugasan melalui jajaran pimpinan PDI Perjuangan Sulawesi Selatan.
Kedua pengalaman tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan organisasinya. Meski demikian, rincian undangan dan mekanisme kehadirannya masih memerlukan verifikasi dokumen pendukung.
Perjalanan Pengabdian yang Terus Berlanjut
Dari arena olahraga karate saat masih bersekolah, kegiatan kepramukaan, keterlibatan dalam Tagana, hingga berbagai tanggung jawab organisasi, perjalanan Winda Baso mencerminkan pengalaman yang terbentuk melalui beragam bidang kegiatan.
Aktivitasnya dalam organisasi sosial dan hukum juga memperlihatkan bahwa keterlibatan dalam kehidupan masyarakat dapat dijalankan melalui berbagai bidang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing.
Perjalanan itu masih berlanjut. Sejumlah peran yang hingga kini disebut masih dijalaninya menjadi bagian dari keterlibatan panjang dalam kehidupan organisasi dan kemasyarakatan.
Melalui berbagai pengalaman tersebut, Winda Baso menjadi salah satu perempuan asal Makassar yang memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan sosial, organisasi, kebencanaan, dan hukum.






