SULSELTA.NET, Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memanfaatkan media sosial sebagai sistem peringatan dini (early warning system) melalui ekosistem digital Lontara+ guna mempercepat deteksi persoalan masyarakat, memperkuat layanan publik, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Inovasi tersebut dipaparkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem, saat menjadi narasumber pada Forum Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan, Kamis (2/7/2026).
Melalui ekosistem Lontara+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), media sosial tidak lagi diposisikan hanya sebagai sarana penyebaran informasi pemerintah. Sebaliknya, platform digital tersebut dimanfaatkan sebagai “sensor sosial” untuk memantau berbagai dinamika, aspirasi, keluhan, hingga kebutuhan masyarakat yang berkembang di ruang digital.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar dapat mendeteksi berbagai persoalan publik sejak dini sehingga respons pemerintah terhadap laporan maupun isu yang berkembang di masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Selain berfungsi sebagai sistem peringatan dini, data yang dihimpun melalui media sosial juga menjadi bagian dari proses komunikasi pemerintahan berbasis data. Informasi yang masuk dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi sekaligus mendukung penyusunan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam forum nasional tersebut, Muhammad Roem menjelaskan bahwa pemerintah juga membangun pola komunikasi yang lebih kolaboratif dengan ekosistem media digital lokal. Langkah tersebut dilakukan agar informasi yang beredar di ruang publik dapat dipantau secara lebih efektif sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga pemerintah dalam merespons isu yang berkembang.
Paparan mengenai inovasi digital tersebut menjadi bagian dari partisipasi Kota Makassar pada Forum Komdigi Rakernas XVIII APEKSI 2026. Melalui forum tersebut, Pemkot Makassar memperkenalkan transformasi digital yang diterapkan dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, adaptif, dan terbuka terhadap masukan masyarakat.
Pemanfaatan media sosial sebagai sistem peringatan dini melalui Lontara+ diharapkan semakin mempersempit jarak antara pemerintah dan masyarakat. Dengan memanfaatkan informasi yang berkembang secara real time, Pemerintah Kota Makassar berupaya meningkatkan kecepatan respons terhadap berbagai persoalan publik sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada warga.
Editor :
Albar Arianto







