Daerah  

Banjir Satu Meter Kepung Pusat Kota Sinjai, Belasan Kantor Pemerintah Terendam

SULSELTA.NET, Sinjai — Banjir setinggi hingga satu meter merendam pusat Kota Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Minggu (19/7/2026). Bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu (18/7/2026) malam itu menyebabkan Sungai Tangka dan anak Sungai Bontompare meluap, sehingga menggenangi permukiman, jalan protokol, hingga belasan fasilitas pemerintahan di Kecamatan Sinjai Utara. Informasi tersebut disampaikan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai yang dikutip sejumlah media nasional.

Hujan deras dilaporkan mulai mengguyur wilayah Kota Sinjai sekitar pukul 23.00 WITA pada Sabtu malam. Curah hujan yang terus meningkat menyebabkan debit Sungai Tangka dan anak Sungai Bontompare naik hingga meluap sekitar pukul 03.00 WITA, Minggu dini hari.

Luapan sungai kemudian menggenangi sejumlah kawasan di Kecamatan Sinjai Utara, terutama Kelurahan Balangnipa, Kelurahan Biringere, dan Kelurahan Bongki. Air terus bertambah hingga pagi hari dengan ketinggian bervariasi antara 40 sentimeter sampai satu meter di sejumlah titik terparah.

Data BPBD Kabupaten Sinjai menunjukkan genangan merendam sejumlah fasilitas vital pemerintahan. Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai di Jalan Persatuan Raya tergenang air sekitar 40 sentimeter. Selain itu, Rumah Jabatan Ketua DPRD Sinjai, RSUD Sinjai, Kantor BPBD, Kodim 1424 Sinjai, Pos Pemadam Kebakaran, Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perdagangan, Balitbangda, BKPSDMA, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Ketahanan Pangan, hingga Stadion Haji Andi Bintang turut terdampak banjir.

Genangan juga melumpuhkan aktivitas di sejumlah ruas jalan utama. Kawasan Jalan Tondong dilaporkan menjadi titik terdalam dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Kondisi serupa terjadi di kawasan Alun-alun Sinjai Bersatu yang mengakibatkan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha terganggu.

Selain itu, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Dr. Hamka sempat tidak dapat dilalui kendaraan berukuran rendah akibat tingginya genangan.

BPBD Kabupaten Sinjai juga mencatat dua pohon trembesi tumbang dan menimpa kompleks Perumahan Pengadilan Negeri Sinjai. Di tengah kondisi banjir, warga turut membantu seorang ibu hamil melintasi genangan setinggi paha menuju rumah sakit bersalin agar memperoleh penanganan medis.

Berdasarkan keterangan Analis Bencana BPBD Kabupaten Sinjai, Andi Octave Amier, hingga laporan ini dihimpun tidak terdapat korban jiwa akibat banjir tersebut. Petugas BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan, penanganan, serta pendataan terhadap dampak banjir yang terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

Hingga Minggu siang, pendataan mengenai jumlah warga terdampak, besaran kerugian material, serta perkembangan kondisi banjir masih berlangsung. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi. Informasi mengenai dampak banjir akan diperbarui sesuai perkembangan dan data resmi dari instansi berwenang. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600