Daerah  

Jalan Rusak, Warga Pinrang Pilih Panjat Tebing Terjal

SULSELTA.NET, Pinrang — Warga di wilayah pegunungan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menghadapi akses ekstrem untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Mereka memilih melewati tebing curam dengan ketinggian mencapai sekitar 150 meter demi memangkas waktu perjalanan hingga dua jam.

Jalur yang dikenal sebagai Tangga Kaluppio atau Pio-pio tersebut menghubungkan Dusun Salu Baka, Desa Kaseralau, Kecamatan Batu Lappa, dengan Kampung Lomba, Desa Kariango, Kecamatan Lembang.

Berdasarkan laporan pegiat alam bebas Fauzan Mahmud alias Ocang, warga sebenarnya memiliki pilihan menggunakan akses darat yang dapat dilalui kendaraan. Namun, kondisi jalan disebut rusak, berlubang, dan berlumpur sehingga perjalanan menjadi lebih lama.

Untuk mempersingkat waktu menuju wilayah bawah, sebagian warga memilih melewati jalur tebing tersebut. Jalur ini juga digunakan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk membawa hasil kebun.

Perjalanan dimulai dengan melintasi kawasan hutan terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Setelah itu, warga menghadapi bagian tebing batu dengan kemiringan sekitar 75 derajat.

Pada bagian tersebut, warga mengandalkan tali plastik yang dipasang sebagai pegangan saat melewati medan terjal.

Tantangan semakin berat ketika mendekati bagian atas. Warga harus menaiki tangga kayu atau bambu sepanjang sekitar 15 meter yang terpasang pada dinding tebing dengan kemiringan nyaris 90 derajat.

Tangga tersebut berada pada jalur tebing yang ketinggiannya disebut mencapai sekitar 150 meter dari dasar lembah. Warga melintasinya tanpa perlengkapan pengaman pendakian seperti harness.

Kondisi akses selamjutnya mendapat perhatian setelah rekaman perjalanan warga beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, warga terlihat terbiasa melintasi medan terjal, termasuk ketika membawa hasil kebun. (*/Red)

 

banner 120x600