Daerah  

Kemarau Panjang, 75 Hektare Sawah Pinrang Kekeringan Parah

SULSELTA.NET, Pinrang — Pemerintah Kabupaten Pinrang menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Pinrang, Senin (27/7/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap sektor pertanian.

Bupati Pinrang Irwan Hamid mengatakan kemarau telah dirasakan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Pinrang. Namun, tingkat keparahan berbeda di setiap wilayah dan dampak berat terjadi pada sejumlah titik tertentu, terutama kawasan pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Selain melakukan ikhtiar melalui Salat Istisqa, Pemerintah Kabupaten Pinrang juga melakukan langkah teknis untuk membantu petani mempertahankan tanaman mereka.

Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan pompa air dan melakukan pompanisasi di sejumlah lokasi terdampak. Upaya tersebut difokuskan untuk membantu mengalirkan air menuju sawah dan menyelamatkan tanaman padi yang telah memasuki masa pertumbuhan.

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Pinrang mencatat sedikitnya 75 hektare sawah mengalami kekeringan parah.

Kepala Bidang Perairan Desa Dinas SDABK Pinrang Muhammad Husni Nakka menjelaskan, kekeringan parah tercatat sekitar 40 hektare di wilayah Jampue dan sekitar 35 hektare di Suppa.

Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya debit air di Bendung Benteng akibat kemarau. Kekurangan pasokan air juga teridentifikasi pada sejumlah jaringan irigasi, termasuk Jampue, Salipolo, Suppa, dan Pekkabata yang sebagian berada di ujung jaringan irigasi.

Di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, pemerintah telah melakukan pompanisasi dengan mengambil air dari Sungai Saddang untuk membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian.

Bupati Irwan Hamid sebelumnya juga turun meninjau penanganan kekeringan di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang; Desa Buttusawe, Kecamatan Duampanua; serta Desa Salipolo, Kecamatan Cempa.

Pemerintah Kabupaten Pinrang kini memprioritaskan upaya penyelamatan tanaman padi yang telah memasuki masa pertumbuhan agar dampak kekurangan air tidak semakin meluas.

Pemkab berharap hujan segera turun sehingga pasokan air kembali meningkat dan kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat dapat terpenuhi. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600