KLM Nurul Salsa Berhasil Dievakuasi, Satu Penumpang Dilaporkan Meninggal

SULSELTA.NET, Kepulauan Selayar — Operasi penyelamatan terhadap Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, akhirnya membuahkan hasil. Seluruh penumpang dilaporkan berhasil dievakuasi pada Kamis (16/7/2026), meski satu orang penumpang yang merupakan pasien rujukan Puskesmas dilaporkan meninggal dunia. Informasi mengenai korban meninggal tersebut hingga kini masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas berwenang.

KLM Nurul Salsa sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan mesin saat berlayar pada Rabu (15/7/2026). Kapal yang mengangkut 46 penumpang, termasuk anak-anak dan seorang pasien rujukan menuju RSUD KH Hayyung, terombang-ambing di perairan sebelah barat Pulau Polassi setelah mesin utama tidak lagi berfungsi. Selain mengalami mati mesin, kapal juga dilaporkan mengalami kebocoran kecil pada lambung sehingga awak kapal terus mengoperasikan pompa air untuk mengurangi air yang masuk ke dalam kapal.

Pada siang harinya, nelayan dan warga sekitar Pulau Polassi melakukan penyelamatan awal dengan mengevakuasi enam penumpang ke daratan dalam keadaan selamat. Namun, proses evakuasi terhadap penumpang lainnya tidak dapat dilakukan segera karena cuaca buruk dan gelombang tinggi yang dipicu angin musim timur membuat kapal-kapal kecil tidak mampu mendekati lokasi kejadian.

Memasuki sore hingga malam hari, kondisi semakin mengkhawatirkan setelah komunikasi dengan kapal terputus. Sejumlah telepon seluler penumpang yang sebelumnya masih aktif tidak lagi dapat dihubungi, sementara upaya komunikasi melalui radio juga tidak memperoleh respons. Situasi tersebut memicu kepanikan keluarga penumpang yang menunggu kabar di Pulau Jampea.

Merespons kondisi tersebut, Polres Kepulauan Selayar bersama Basarnas dan TNI Angkatan Laut memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan. Satpolairud Polres Kepulauan Selayar bersama Basarnas tetap bersiaga di Pelabuhan Appatanah sambil menunggu armada yang lebih besar dan aman digunakan menghadapi gelombang tinggi. TNI Angkatan Laut turut mengerahkan KRI Marlin untuk membantu operasi SAR di lokasi kejadian.

Pada Kamis pagi, operasi penyelamatan akhirnya membuahkan hasil. Berdasarkan laporan yang dihimpun Selayar News, seluruh penumpang berhasil dievakuasi menggunakan bantuan sebuah kapal besar yang melintas dari Surabaya. Setelah seluruh penumpang dipindahkan, KLM Nurul Salsa kemudian ditarik menuju Pelabuhan Benteng Jampea.

Dalam laporan yang sama disebutkan seorang penumpang meninggal dunia. Korban merupakan pasien rujukan dari Puskesmas yang sejak awal berada di atas kapal dalam perjalanan menuju RSUD KH Hayyung untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban maupun penyebab pasti meninggalnya korban belum diumumkan secara resmi oleh Basarnas, kepolisian, maupun instansi terkait.

Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, Satpolairud Polres Kepulauan Selayar, TNI Angkatan Laut, ORARI, RAPI, pemerintah daerah, nelayan, serta kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Cuaca buruk dan tingginya gelombang menjadi tantangan utama selama proses evakuasi berlangsung.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang dan awak kapal serta menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab pasti insiden maupun informasi resmi mengenai korban meninggal. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600