Nahkoda KM Nurul Salsa Diamankan, Polisi Selidiki Dugaan Kelebihan Muatan

SULSELTA.NET, Kepulauan Selayar — Kepolisian terus mengusut penyebab tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Penyelidikan kini difokuskan pada dugaan kelebihan muatan serta kemungkinan adanya kelalaian dalam pelayaran. Untuk kepentingan penyidikan, nahkoda kapal bersama sejumlah anak buah kapal (ABK) yang selamat telah diamankan dan diperiksa.

Insiden yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) itu hingga kini masih menyisakan duka. Berdasarkan data terbaru hasil verifikasi Basarnas bersama pemerintah daerah dan keluarga korban, jumlah orang yang berada di atas kapal mencapai 78 orang. Dari jumlah tersebut, 52 orang berhasil diselamatkan, satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 25 lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

KM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sekitar pukul 05.00 WITA. Setelah berlayar kurang lebih lima jam, kapal mengalami mati mesin saat berada sekitar 43 mil laut di sebelah barat Pulau Polassi. Di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi, kapal dilaporkan mengalami kebocoran pada lambung hingga akhirnya tenggelam. Informasi dari sejumlah penumpang yang selamat menyebut air sempat dipompa keluar menggunakan mesin alkon, namun pompa berhenti berfungsi setelah kehabisan bahan bakar sehingga air terus masuk ke dalam kapal.

Polisi menduga kapal membawa muatan melebihi kapasitas. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, selain mengangkut 78 orang, kapal juga membawa sekitar 17 ton barang, empat sepeda motor, serta sejumlah hewan ternak. Aparat menilai kombinasi muatan yang berat dengan cuaca ekstrem diduga menjadi salah satu faktor yang memperberat kerja mesin kapal sebelum akhirnya mengalami gangguan. Meski demikian, kepolisian menegaskan penyebab pasti tenggelamnya kapal masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Pasimasunggu menjelaskan nahkoda KM Nurul Salsa, Marlin (36), telah diamankan bersama sembilan ABK yang selamat. Pengamanan dilakukan di Polsek Pasimasunggu untuk memudahkan proses pemeriksaan sekaligus menjaga keselamatan nahkoda dari potensi luapan emosi keluarga korban serta mencegah kemungkinan melarikan diri selama proses penyidikan berlangsung. Polisi menegaskan bahwa status nahkoda saat ini masih sebatas saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, tim penyidik dari Satreskrim Polres Kepulauan Selayar bersama Satpolairud masih mengumpulkan keterangan dari nahkoda, ABK, korban selamat, serta sejumlah saksi lainnya. Penyidik juga mendalami kelengkapan dokumen pelayaran, kapasitas angkut kapal, jumlah penumpang yang sebenarnya, hingga kesesuaian manifes dengan data korban yang berhasil dihimpun setelah proses verifikasi.

Di sisi lain, operasi pencarian terhadap 25 korban yang masih hilang terus dilanjutkan. Basarnas Makassar bersama TNI AL, Polri, BPBD, nelayan, dan unsur SAR lainnya memperluas area pencarian di perairan Laut Flores. Cuaca yang masih dipengaruhi angin musim timur dengan gelombang cukup tinggi menjadi tantangan dalam proses pencarian, namun seluruh unsur gabungan tetap berupaya memaksimalkan operasi kemanusiaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti tenggelamnya KM Nurul Salsa. Dugaan kelebihan muatan, kondisi cuaca, gangguan mesin, serta aspek keselamatan pelayaran masih menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600