Pelajar Baru Dibusur OTK Usai MPLS di Takalar, Polisi Buru Pelaku

SULSELTA.NET, Takalar — Seorang pelajar baru SMA Negeri 3 Takalar berinisial RI (15) menjadi korban pembusuran yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) saat dalam perjalanan pulang usai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026) siang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada paha kanan dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Polisi kini masih memburu pelaku.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.35 WITA di Jalan Sanrang, Kelurahan Sompu Raya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi dari kepolisian dan sejumlah sumber pemberitaan, korban sebelumnya menyelesaikan rangkaian kegiatan MPLS di SMA Negeri 3 Takalar sekitar pukul 14.20 WITA. Setelah itu, RI pulang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor bersama seorang teman sebayanya.

Saat melintas di lokasi kejadian yang kondisi jalannya relatif sepi, korban berpapasan dengan sekelompok orang tak dikenal yang mengendarai beberapa sepeda motor dari arah berlawanan.

Ketika kedua rombongan saling berpapasan, salah seorang dari kelompok tersebut diduga melepaskan anak panah (busur) ke arah korban. Anak panah itu mengenai paha kanan RI. Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.

Menurut keterangan keluarga yang dikutip dari sejumlah media, korban awalnya tidak langsung menyadari dirinya telah terkena busur. Diduga karena masih syok, RI tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya merasakan nyeri hebat dan mendapati paha kanannya mengeluarkan darah. Korban kemudian berhasil tiba di rumah sebelum akhirnya dibawa keluarganya ke RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Takalar untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi mengenai kedalaman luka yang mencapai sekitar 10 sentimeter sempat diberitakan oleh sejumlah media. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun kepolisian yang mengonfirmasi secara rinci kondisi luka tersebut. Karena itu, informasi tersebut masih menunggu verifikasi lebih lanjut.

Pamapta 1 SPKT Polres Takalar, Ipda Mohhamad Rasyidi, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar yang baru pulang mengikuti MPLS. Kepolisian menyatakan kasus tersebut telah ditangani dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Polres Takalar melalui Satreskrim bersama Polsek Pattallassang telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna mengidentifikasi para pelaku.

Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas maupun motif pelaku. Karena itu, penyebutan kelompok pelaku sebagai “geng motor” masih sebatas dugaan yang berkembang di sejumlah pemberitaan dan belum menjadi kesimpulan resmi dari aparat penegak hukum.

Kasus ini kembali menjadi perhatian masyarakat karena aksi kekerasan menggunakan busur panah masih terjadi di wilayah Sulawesi Selatan dan menyasar pelajar. Masyarakat diimbau tetap waspada serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui informasi yang dapat membantu proses pengungkapan pelaku.

Polres Takalar memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga para pelaku berhasil diidentifikasi dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600