Tender Stadion Untia Rp350 Miliar Resmi Dimulai

SULSELTA.NET, Makassar — Pemerintah Kota Makassar resmi memulai proses pengadaan pembangunan Stadion Internasional Untia dengan pagu anggaran sebesar Rp350 miliar yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar. Proyek strategis tersebut memasuki tahapan pemilihan penyedia jasa melalui sistem pengadaan pemerintah.

Pembangunan stadion akan menggunakan skema Design and Build (Rancang dan Bangun) sehingga penyedia jasa yang terpilih bertanggung jawab menyusun desain sekaligus melaksanakan konstruksi. Proyek juga menerapkan sistem Kontrak Tahun Jamak (Multiyears) yang berlangsung pada tahun anggaran 2026 hingga 2027. Nilai pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ditetapkan sebesar Rp350 miliar, sedangkan nilai kontrak final akan ditentukan setelah seluruh proses tender selesai.

Pada tahun pertama, pekerjaan difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED), mobilisasi peralatan, pematangan lahan, serta pembangunan struktur dasar stadion. Selanjutnya, pada tahun kedua, pekerjaan diarahkan pada penyelesaian konstruksi utama, tribun, lapangan, fasilitas pendukung, hingga tahap penyelesaian akhir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan proses tender saat ini memasuki tahap prakualifikasi penyedia jasa. Seleksi diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan dengan target penetapan pemenang pada pekan keempat September 2026, sebelum dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak dan pelaksanaan pekerjaan fisik.

Berdasarkan paparan Pemerintah Kota Makassar, stadion dirancang memiliki kapasitas sekitar 16.000 hingga 17.000 penonton dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan olahraga terpadu di Untia, Kecamatan Biringkanaya. Kawasan tersebut direncanakan berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang diharapkan mampu menarik investasi di wilayah utara Kota Makassar.

Pemerintah Kota Makassar menargetkan pembangunan stadion tidak hanya menghadirkan fasilitas olahraga bertaraf internasional, tetapi juga mendorong pengembangan kawasan secara terpadu melalui konsep bisnis dan investasi yang terintegrasi. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600