Suhu Sulsel Capai 35 Derajat, BMKG Ingatkan Dampak Musim Kemarau

SULSELTA.NET, Makassar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan suhu udara di Sulawesi Selatan berada pada kisaran 18 hingga 35 derajat Celsius, Senin (27/7/2026), di tengah kondisi musim kemarau dan El Niño yang masih aktif.

Berdasarkan prakiraan BMKG Wilayah IV Makassar, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan pada Senin didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten.

Pada pagi hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di Bone, Bulukumba, Maros, dan Sinjai. Sementara wilayah Sulawesi Selatan lainnya umumnya cerah berawan.

Memasuki siang hingga sore, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Bone, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sinjai, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Wilayah lainnya diprakirakan tetap cerah berawan.

Pada malam hari, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diprakirakan berawan. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di Luwu Timur dan Luwu Utara. Sementara pada dini hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di Bone.

BMKG mencatat suhu udara di Sulawesi Selatan berkisar 18–35 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55–100 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 8–48 kilometer per jam.

Untuk prakiraan cuaca Sulawesi Selatan pada 27 Juli 2026, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Masyarakat di wilayah yang berpotensi hujan tetap diminta mewaspadai perubahan kondisi cuaca saat menjalankan aktivitas di luar ruangan.

Secara nasional, BMKG mencatat El Niño masih aktif. Kondisi tersebut turut memperkuat atmosfer kering yang lazim terjadi selama musim kemarau. Meski kondisi kering semakin dominan, dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG juga mengimbau masyarakat mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering selama musim kemarau dengan menjaga kecukupan cairan tubuh serta menggunakan pelindung dari paparan langsung sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan juga perlu ditingkatkan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan, termasuk membakar sampah di kawasan yang mudah terbakar seperti semak belukar dan lahan kering.

Masyarakat diimbau terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG karena kondisi cuaca dapat berubah sesuai perkembangan dinamika atmosfer. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600