BMKG Peringatkan Angin Kencang dan Cuaca Panas Sulsel

SULSELTA.NET, Makassar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sulawesi Selatan untuk mewaspadai potensi angin kencang dan kondisi udara panas di tengah dominasi cuaca kering pada puncak musim kemarau.

Dalam prakiraan cuaca sepekan periode 27 Agustus hingga 2 September 2026, BMKG menyebut sekitar 80 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau sebagian besar terjadi pada Agustus, termasuk kondisi kering yang mendominasi sebagian besar wilayah Sulawesi.

Untuk periode 30 Agustus hingga 2 September 2026, BMKG secara khusus memasukkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang.

Kondisi tersebut terjadi di tengah cuaca Sulawesi Selatan yang secara umum didominasi cerah hingga cerah berawan. Meski demikian, potensi hujan lokal masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Prakiraan BMKG Wilayah IV Makassar untuk Senin, 31 Agustus 2026, juga menyertakan peringatan dini terhadap potensi angin kencang dan udara panas di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Kondisi panas pada musim kemarau berkaitan dengan minimnya tutupan awan sejak pagi hingga siang hari. Keadaan tersebut menyebabkan pemanasan permukaan berlangsung lebih intens sehingga suhu udara maksimum dapat meningkat.

Selain cuaca panas, kondisi kering yang semakin meluas juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

BMKG sebelumnya mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Selatan pada periode 25–27 Agustus 2026, di antaranya terjadi di Kabupaten Pinrang, Enrekang, dan Sidenreng Rappang.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung dari paparan langsung sinar matahari.

Warga juga diminta mewaspadai dampak angin kencang, terutama pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, serta bangunan yang kondisinya rapuh.

Di tengah dominasi musim kemarau, potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi secara lokal.

BMKG mengimbau masyarakat terus mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG serta mengambil langkah antisipasi terhadap dampak cuaca panas, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta angin kencang. (*/Red)

banner 120x600