Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp2,5 Triliun untuk Jalan

SULSELTA.NET, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,5 triliun untuk pembangunan dan penanganan infrastruktur jalan melalui program Multi Years Project (MYP) periode 2025–2027.

Anggaran tersebut merupakan bagian dari program MYP Pemprov Sulsel dengan total nilai sekitar Rp3,7 triliun yang bersumber dari APBD Sulsel dan hasil efisiensi anggaran. Selain jalan, program tersebut mencakup pembangunan jaringan irigasi serta dua rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu.

Berdasarkan keterangan resmi Pemprov Sulsel pada awal September 2026, program MYP sektor jalan dibagi menjadi enam paket pekerjaan. Pemprov menyebut sekitar 1.000 kilometer jalan kewenangan provinsi menjadi sasaran penanganan, dengan lebih dari 300 kilometer di antaranya telah tertangani.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan pelaksanaan proyek tersebut masih berjalan sesuai perencanaan. Sejumlah ruas yang telah ditangani juga disebut mulai dimanfaatkan masyarakat, terutama jalan dengan aktivitas lalu lintas tinggi dan sebelumnya banyak dikeluhkan.

Data progres Pemprov Sulsel menunjukkan Paket 1 mencakup penanganan sepanjang 300,24 kilometer pada 13 ruas dengan nilai kontrak sekitar Rp430 miliar. Progres pekerjaan paket tersebut telah mencapai sekitar 33 persen.

Paket 2 mencakup 209 kilometer pada 10 ruas dengan nilai sekitar Rp274 miliar dan progres sekitar 24 persen.

Selanjutnya, Paket 3 mencakup penanganan sepanjang 254 kilometer pada 15 ruas dengan nilai sekitar Rp478 miliar. Progres pengerjaannya telah mencapai sekitar 30 persen.

Paket 4 mencakup 286 kilometer pada 15 ruas dengan nilai sekitar Rp615 miliar dan progres sekitar 13 persen. Sementara Paket 5 mencakup 218 kilometer pada 10 ruas dengan nilai sekitar Rp383,5 miliar dengan progres sekitar 20 persen.

Adapun Paket 6 yang mulai berjalan pada pertengahan 2026 mencakup penanganan sepanjang 157,49 kilometer pada 20 ruas dengan nilai sekitar Rp239 miliar. Progres paket tersebut masih berada pada kisaran 2 hingga 3 persen.

Pekerjaan pada program MYP tidak hanya berupa pengaspalan. Penanganan di sejumlah ruas juga meliputi pengecoran beton, pembangunan drainase, pemasangan talud, dinding penahan tanah, gorong-gorong beton, hingga preservasi jalan.

Pemprov Sulsel menyebut skema tahun jamak dipilih untuk memberikan kepastian penyelesaian proyek sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan pembangunan. Skema tersebut juga dinilai memungkinkan pekerjaan berskala besar dilaksanakan dengan standar dan perencanaan yang lebih terintegrasi.

Andi Sudirman sebelumnya menjelaskan bahwa penggabungan pekerjaan dalam skema tahun jamak dapat mengurangi proses tender berulang setiap tahun. Pemerintah juga mengarahkan keterlibatan komponen lokal dalam pelaksanaan proyek.

Selain sektor jalan, dari total MYP sekitar Rp3,7 triliun, Pemprov Sulsel juga mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi jaringan irigasi yang melayani sekitar 54 ribu hektare sawah serta pembangunan rumah sakit regional di Gowa dan Luwu.

Program infrastruktur tersebut diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik di Sulawesi Selatan.

Pemprov Sulsel menargetkan pekerjaan MYP 2025–2027 terus dipercepat sesuai tahapan dan perencanaan. Pemerintah juga meminta masyarakat ikut mengawal pelaksanaan pembangunan agar manfaat proyek dapat dirasakan secara luas. (*/Red)

banner 120x600