Daerah  

Wakapolres Wajo Salurkan Air Bersih untuk Warga Kekeringan

SULSELTA.NET, Wajo — Wakapolres Wajo Kompol Andi Syamsulifu turun langsung dalam penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Watanglipue, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Wajo menyalurkan sebanyak 13 kubik atau sekitar 13 ribu liter air bersih di dua titik untuk membantu memenuhi kebutuhan sekitar 300 kepala keluarga (KK).

Kompol Andi Syamsulifu mengatakan, pendistribusian air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air layak konsumsi akibat musim kemarau.

Menurut dia, kekeringan yang melanda wilayah tersebut membuat sebagian warga harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, air sungai yang masih tersedia hanya dimanfaatkan untuk mencuci karena kondisinya tidak layak digunakan untuk memasak maupun dikonsumsi.

Atas kondisi tersebut, Andi Syamsulifu menegaskan kehadiran Polri melalui penyaluran air bersih diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga terdampak kekeringan.

Penyaluran kali ini merupakan kegiatan ketiga yang dilakukan Polres Wajo sejak kekeringan melanda sejumlah wilayah. Bantuan serupa juga direncanakan kembali disalurkan dalam beberapa hari mendatang.

Dalam pendistribusiannya, Polres Wajo mendapat dukungan Satbrimob Bone Polda Sulsel yang mengerahkan satu unit water cannon untuk mengangkut sekaligus menyalurkan air kepada masyarakat.

Salah seorang warga Kelurahan Watanglipue, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, air bersih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan pesisir Sungai Walannae dan Sungai Labebe.

Ia menjelaskan, air di Sungai Labebe dan Walannae saat ini sudah tidak layak dikonsumsi. Karena itu, warga telah menantikan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, menurut perkiraannya, bantuan sebanyak 13 kubik tersebut hanya dapat mencukupi kebutuhan warga selama dua hingga tiga hari.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Wajo dan instansi terkait dapat menyalurkan bantuan air bersih secara rutin selama musim kemarau, setidaknya dua kali dalam sepekan.

Tak hanya itu, ia juga menyebut dampak kekeringan di kawasan pesisir Sungai Walannae dan Sungai Labebe telah dirasakan sekitar 300 KK.

Sementara itu, berdasarkan informasi perkiraan cuaca BMKG yang disampaikan dalam sumber, kondisi kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September. Warga berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air bersih dapat kembali terpenuhi. (*/Red)

banner 120x600