Pertamina Siagakan Dua Kapal Tambah Pasokan BBM

SULSELTA.NET, Makassar — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiagakan dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) untuk memperkuat pasokan di Sulawesi Selatan menyusul meningkatnya konsumsi dan antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Langkah penambahan pasokan tersebut dilakukan setelah Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta Pertamina mempercepat suplai BBM guna menjaga ketahanan stok sekaligus membantu mengurai antrean di SPBU.

Kepala BPH Migas Wahyudi menjelaskan, ketahanan stok BBM di Sulsel masih dalam kondisi normal. Stok yang tersedia rata-rata berada pada kisaran tujuh hingga 12 hari dan pasokan dari kilang terus dijalankan secara terjadwal.

Untuk menjaga ketahanan tersebut, dua kapal pengangkut BBM disiagakan dari Kilang Tuban, Jawa Timur, dan Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur. Satu kapal mampu membawa sekitar 16.000 kiloliter (KL) BBM.

Dengan konsumsi Pertalite di Sulsel sekitar 2.000 KL per hari, tambahan 16.000 KL tersebut secara perhitungan setara dengan sekitar delapan hari konsumsi Pertalite. Sementara konsumsi Solar tercatat sekitar 1.800 KL per hari.

Pengiriman menggunakan kapal juga dilakukan secara kontinu dan terjadwal dari kilang di Tuban maupun Balikpapan. BPH Migas menyatakan perjalanan kapal menuju Sulsel membutuhkan waktu kurang dari dua hari.

Penambahan pasokan dilakukan di tengah lonjakan konsumsi Pertalite di tingkat SPBU. Sebelum antrean meningkat, penjualan Pertalite di SPBU disebut rata-rata sekitar 24 hingga 25 KL per hari. Dalam kondisi antrean, angka tertinggi mencapai sekitar 51 KL per hari.

Pertamina kemudian meningkatkan pengiriman menjadi dua kali drop order setiap hari ke SPBU. Setiap mobil tangki dalam satu kali pengiriman membawa sekitar 24 KL BBM. BPH Migas sekaligus membantah adanya pengurangan pengiriman BBM ke SPBU.

Selain memperkuat pasokan, pemerintah dan Pertamina menerapkan sejumlah langkah untuk mengendalikan antrean. Pemprov Sulsel bersama pemangku kepentingan membentuk satuan tugas pengawasan distribusi BBM dan menerapkan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM bersubsidi pada 13–20 September 2026.

Pertamina juga menambah kapasitas pelayanan dengan merekrut sekitar 50 operator untuk ditempatkan di 25 SPBU di Makassar yang beroperasi selama 24 jam. SPBU modular turut disiapkan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar untuk membantu mengurai kepadatan di SPBU lainnya.

Sehari setelah sistem ganjil-genap diberlakukan, antrean di salah satu SPBU di Makassar mulai lebih terkendali. Kendaraan masih mengantre, tetapi tidak lagi memanjang hingga ke badan jalan pada lokasi yang dipantau.

BPH Migas meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pemerintah memastikan pasokan tetap tersedia, sementara distribusi dan pengiriman tambahan terus dilakukan untuk menjaga kebutuhan masyarakat di Sulawesi Selatan. (*/Red)

banner 120x600