Dugaan Penipuan Investasi MBG di Maros, Kerugian Miliaran

SULSELTA.NET, Maros — Dugaan penipuan investasi berkedok program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026). Puluhan orang dilaporkan menjadi korban dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kasus ini menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai investasi yang dikaitkan dengan kegiatan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pemberitaan, dugaan penipuan melibatkan seseorang berinisial RE alias KK, yang diketahui bekerja sebagai tenaga medis di salah satu puskesmas di Kabupaten Maros.

KK diduga menawarkan peluang investasi kepada rekan kerja dan orang-orang di lingkungan terdekatnya dengan menjanjikan keuntungan dari kegiatan operasional dapur MBG.

Dalam menjalankan penawaran, KK mengaku memiliki akses terhadap kegiatan usaha yang berkaitan dengan SPPG di Kecamatan Tanralili.

Nama seorang pejabat SPPG juga diduga digunakan untuk meyakinkan calon investor.

Tawarkan Dua Skema Keuntungan

Dalam menghimpun dana, KK diduga menawarkan dua pilihan investasi dengan mekanisme pembagian keuntungan berbeda.

Skema pertama menjanjikan pengembalian modal pokok beserta keuntungan dalam hitungan minggu. Sementara itu, skema kedua menawarkan pembagian keuntungan secara bulanan, dengan pengembalian modal setelah jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.

Penawaran itu menarik minat sejumlah orang yang berharap memperoleh keuntungan dari kegiatan operasional dapur MBG.

Pada tahap awal, beberapa investor mengaku sempat menerima pembayaran keuntungan sesuai jadwal yang dijanjikan.

Pembayaran tersebut membuat kepercayaan investor meningkat. Sebagian di antaranya kemudian menambah modal, sementara informasi mengenai investasi menyebar melalui jaringan keluarga, pertemanan, dan lingkungan kerja.

Pembayaran Macet, Investor Mengaku Dirugikan

Permasalahan mulai muncul ketika pembayaran keuntungan dan pengembalian modal tidak lagi berjalan sesuai kesepakatan.

Sejumlah investor mengaku kesulitan menarik dana yang telah disetorkan. Mereka juga mulai mempertanyakan kejelasan kegiatan usaha yang sebelumnya dijadikan dasar penawaran investasi.

Berdasarkan laporan media, keterlambatan pembayaran sempat dikaitkan dengan berbagai kendala dalam pengurusan kegiatan operasional dapur MBG.

Namun, hingga persoalan mencuat, para investor dilaporkan belum memperoleh kepastian mengenai pengembalian seluruh dana mereka.

Akumulasi kerugian para korban diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kasus Mencuat pada 25 Oktober 2026

Dugaan penipuan investasi yang mencatut program MBG ini mencuat pada Minggu (25/10/2026), setelah persoalan yang dialami para investor menjadi perhatian publik.

Kasus tersebut dilaporkan telah masuk dalam penanganan aparat kepolisian di Kabupaten Maros.

Satreskrim Polres Maros dilaporkan mendalami dugaan penipuan, termasuk mekanisme penghimpunan dana, penggunaan uang investor, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Pendalaman juga diperlukan untuk memastikan apakah dana yang dikumpulkan benar-benar digunakan dalam kegiatan operasional dapur MBG sebagaimana dijanjikan.

Hingga kini, belum diperoleh kepastian mengenai penetapan tersangka maupun hasil akhir penanganan perkara.

BGN Ingatkan Masyarakat Waspada

Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi maupun jual beli titik lokasi SPPG yang mencatut program Makan Bergizi Gratis.

Masyarakat diimbau memastikan legalitas kegiatan usaha, kejelasan kerja sama, serta mekanisme pengelolaan dana sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Sementara itu, perkembangan penanganan dugaan penipuan investasi MBG di Kabupaten Maros masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian dan pihak terkait.