Mahasiswa Pelayaran Asal Bone Tewas Ditikam di Makassar

SULSELTA.NET, Makassar — Seorang mahasiswa pelayaran asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bernama Sopyan (23), meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (27/10/2026) dini hari.

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya hendak pulang setelah mengunjungi salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jalan Boulevard.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Dani Ardin, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban bersama sejumlah rekannya, termasuk seorang perempuan berinisial F (19), bersiap pulang menggunakan mobil Honda Jazz.

Saat kendaraan mereka keluar dari area parkir menuju Jalan Boulevard, seorang pria tidak dikenal tiba-tiba menghampiri mobil yang ditumpangi korban.

Sopyan kemudian turun dari kendaraan dan terlibat cekcok dengan pria tersebut. Sejumlah rekan korban turut keluar dari mobil.

Situasi semakin memanas setelah beberapa pria lain diduga ikut melakukan penyerangan. Salah seorang rekan korban yang berusaha melerai keributan juga dilaporkan mendapat pukulan dan dipaksa kembali masuk ke mobil.

Di tengah keributan, salah seorang penyerang diduga menggunakan senjata tajam jenis badik untuk menikam Sopyan.

Usai melakukan penyerangan, para terduga pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Jalan A.P. Pettarani dengan melawan arus lalu lintas.

Berdasarkan keterangan saksi, para penyerang diduga menggunakan dua sepeda motor Honda Scoopy. Salah satu kendaraan dilaporkan sempat mengalami gangguan mesin sehingga harus didorong menggunakan kaki oleh pengendara lain saat melarikan diri.

Setelah para penyerang meninggalkan lokasi, rekan-rekan korban menyadari Sopyan mengalami luka serius dan pendarahan hebat. Sebilah badik juga dilaporkan sempat tertancap di bagian betis kanan korban.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Faisal Makassar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, karena kondisi luka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban diarahkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit Kementerian Kesehatan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

Mempertimbangkan kondisi korban yang semakin kritis dan jarak perjalanan, rekan-rekannya memutuskan membawa Sopyan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar di Jalan Andi Mappaodang.

Setibanya di instalasi gawat darurat, tim medis berupaya memberikan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Sopyan dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka akibat serangan senjata tajam.

Polisi Selidiki Pelaku Penikaman

Polsek Panakkukang bersama tim Resmob Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para terduga pelaku.

Dalam proses penyelidikan, polisi dilaporkan telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu bilah badik dan dompet korban.

Petugas juga dilaporkan menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar Jalan Boulevard untuk membantu mengidentifikasi kendaraan yang digunakan para penyerang.

Hingga informasi terakhir yang dihimpun, identitas para terduga pelaku dan motif penyerangan belum dipastikan secara resmi.

Polisi masih mendalami keterangan para saksi serta bukti yang ditemukan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang diduga terlibat.