SULSELTA.NET, Takalar — Kabupaten Takalar menjadi pusat pelaksanaan Panen Raya Tebu Nasional di Sulawesi Selatan yang berlangsung serentak bersama 43 titik di seluruh Indonesia, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional penguatan ketahanan pangan yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara virtual dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Panen raya di Sulawesi Selatan dipusatkan di lahan tebu Desa Massamaturu, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar. Kegiatan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kabupaten, kelompok tani, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor pertanian. Seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti seremoni nasional melalui konferensi video bersama Presiden RI.
Panen raya tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas matra TNI dalam mendukung program Asta Cita Ketahanan Pangan. Dalam pembagian tugas tersebut, TNI Angkatan Udara mendapat amanah melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap pengembangan komoditas tebu sebagai salah satu komoditas strategis nasional. Kegiatan serentak ini juga menjadi upaya memperkuat target swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian dan sinergi seluruh elemen pemerintah, TNI, serta masyarakat. Panen raya serentak di berbagai daerah diharapkan menjadi momentum mempercepat pencapaian swasembada pangan dan memperkuat kemandirian nasional.
Di Takalar, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi Kementerian Pertanian dan TNI Angkatan Udara yang dinilai memberikan pendampingan nyata kepada Petani Tebu Rakyat Mandiri. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada gula nasional.
Gubernur juga menegaskan bahwa Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga produksi gula nasional. Pengembangan tebu di Kabupaten Takalar yang didukung wilayah Gowa dan Jeneponto, serta kawasan Kabupaten Bone yang memiliki pabrik gula, menjadi kekuatan utama provinsi dalam mendukung kebutuhan gula nasional. Informasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah untuk terus memperluas pengembangan komoditas tebu.
Sementara itu, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra menyampaikan bahwa keterlibatan TNI AU dalam sektor pertanian merupakan implementasi pembinaan teritorial yang bertujuan membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan petani diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memberikan kontribusi terhadap swasembada gula nasional.
Rangkaian kegiatan di Takalar tidak hanya diisi dengan prosesi panen tebu bersama, tetapi juga menjadi ajang penguatan kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan petani dalam mendukung program prioritas nasional. Panen raya ditutup dengan kegiatan panen simbolis dan dokumentasi bersama sebagai bentuk komitmen seluruh pihak untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Sulawesi Selatan.
Melalui pelaksanaan Panen Raya Tebu Nasional secara serentak ini, pemerintah berharap produktivitas tebu terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan, mendukung swasembada gula, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Takalar. (*)
Editor :
Albar Arianto







