BMKG Peringatkan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September

SULSELTA.NET, Makassar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi angin kencang di Sulawesi Selatan pada periode 14–17 September 2026.

Peringatan tersebut tercantum dalam prakiraan cuaca Indonesia sepekan periode 11–17 September 2026 yang diterbitkan Direktorat Meteorologi Publik BMKG pada 10 September 2026.

Dalam prakiraan tersebut, BMKG memasukkan Sulawesi Selatan bersama Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan sebagai wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang pada 14–17 September.

BMKG memprakirakan kondisi cuaca Indonesia selama periode tersebut secara umum didominasi cerah berawan hingga hujan sedang. Meski musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal.

Sebelumnya, Sulawesi Selatan juga tercantum dalam daftar wilayah berpotensi angin kencang pada periode 11–13 September 2026 bersama Nusa Tenggara Timur, sejumlah wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta beberapa wilayah Papua.

BMKG menjelaskan sekitar 81,1 persen wilayah Indonesia atau 567 Zona Musim masih berada dalam periode musim kemarau berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau Dasarian III Agustus 2026.

Curah hujan rendah diprakirakan masih mendominasi sejumlah wilayah, termasuk sebagian besar Sulawesi. Kondisi kering tersebut diperkirakan masih berlanjut.

Menghadapi potensi cuaca tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mewaspadai risiko pohon atau dahan tumbang serta baliho roboh. Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan rapuh ketika terjadi cuaca buruk.

Selain angin kencang, masyarakat diminta mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering selama musim kemarau, antara lain dengan menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengurangi paparan langsung sinar matahari.

BMKG juga mengimbau masyarakat terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG karena kondisi cuaca dapat berubah sesuai perkembangan dinamika atmosfer. (*/Red)

banner 120x600