KLM Nurul Salsa Tenggelam, 18 Penumpang Masih Dalam Pencarian

SULSELTA.NET, Kepulauan Selayar — Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Layar (KLM) Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih terus berlangsung. Hingga hari kelima operasi SAR, tim gabungan mencatat sebanyak 59 orang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sedangkan 18 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dari total 78 orang yang telah terverifikasi berada di atas kapal.

KLM Nurul Salsa diketahui berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7/2026). Di tengah pelayaran, sekitar 43 mil laut dari tujuan, kapal mengalami gangguan pada mesin utama. Dalam kondisi kehilangan tenaga penggerak, kapal kemudian dihantam gelombang tinggi hingga air masuk ke badan kapal dan akhirnya tenggelam. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Dugaan kelebihan muatan yang sempat beredar belum dinyatakan sebagai penyebab resmi dan masih menunggu hasil investigasi.

Kapolres Kepulauan Selayar menyampaikan penyidik telah memeriksa nakhoda beserta sembilan anak buah kapal (ABK). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap secara objektif penyebab kecelakaan sekaligus memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan insiden dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, polisi juga melakukan pencocokan data manifes dengan laporan keluarga korban guna memastikan jumlah penumpang yang sebenarnya.

Di sisi lain, operasi pencarian terus diperluas oleh Basarnas bersama TNI AL, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Cuaca di lokasi pencarian menjadi salah satu tantangan utama karena gelombang laut yang mencapai sekitar tiga meter disertai angin kencang sehingga menyulitkan proses penyisiran di laut.

Di tengah operasi pencarian, muncul kisah haru dari lima penyintas yang berhasil bertahan hidup selama empat hari di tengah laut. Mereka ditemukan oleh kapal nelayan KMN Sinar Mattoangin 04 saat berpegangan pada sebuah rompong atau rumah ikan milik nelayan. Salah satu penyintas merupakan seorang anak perempuan yang kemudian menceritakan perjuangan mereka bertahan hidup di tengah laut hingga akhirnya berhasil ditemukan.

Sejumlah media juga memberitakan bahwa para penyintas memanfaatkan pantulan cahaya dari cermin kosmetik untuk menarik perhatian kapal nelayan yang melintas. Namun, hingga berita ini diterbitkan, metode penyelamatan tersebut belum dijelaskan secara resmi dalam rilis Basarnas sehingga masih diposisikan sebagai bagian dari kesaksian penyintas, bukan hasil investigasi resmi.

Basarnas terus memperbarui data korban seiring berlangsungnya operasi SAR. Data terakhir menunjukkan total penumpang yang telah diverifikasi sebanyak 78 orang, terdiri atas 59 korban selamat, satu korban meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian. Angka tersebut merupakan hasil pencocokan ulang antara manifes kapal, laporan keluarga, serta identitas korban yang telah ditemukan.

Sementara itu, kepolisian menegaskan penanganan tragedi ini dilakukan melalui dua pendekatan secara bersamaan, yakni mendukung penuh operasi kemanusiaan untuk menemukan seluruh korban dan melakukan penyelidikan hukum guna mengungkap penyebab tenggelamnya KLM Nurul Salsa. Aparat mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum investigasi selesai. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600