SULSELTA.NET, Makassar – Markas Besar (Mabes) Polri melakukan mutasi dan rotasi jabatan secara besar-besaran di lingkungan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel).
Dalam kebijakan tersebut, sebanyak 13 hingga 14 Kapolres jajaran beserta sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Wakil Direktur (Wadir) mengalami pergantian sebagai bagian dari mutasi nasional terhadap 1.121 personel Polri.
Mutasi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kapolri Nomor KEP/925/VI/2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.
Kebijakan kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Telegram Rahasia (STR) Nomor ST/1335 hingga ST/1341 yang diterbitkan pada Kamis (25/6/2026) dan ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol. Dedi Prasetyo atas nama Kapolri.
Informasi mengenai mutasi tersebut selanjutnya dikonfirmasi kepada publik oleh Divisi Humas Polri pada Jumat (26/6/2026). Mabes Polri menyatakan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran struktural, pembinaan karier personel, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta penguatan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Di jajaran Polda Sulsel, sejumlah pejabat strategis turut berganti. Jabatan Kepala Biro Operasi (Karoops) yang sebelumnya diemban Kombes Pol. Bambang Widjanarko kini dipercayakan kepada Kombes Pol. Djoko Purnomo, sementara Bambang Widjanarko dimutasi sebagai Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri.
Pada Direktorat Samapta, Kombes Pol. Heri Sasangka ditunjuk sebagai Direktur Samapta menggantikan Kombes Pol. Brury Soekotjo. Sementara itu, jabatan Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) kini diemban Kombes Pol. Donny Charles Go menggantikan Kombes Pol. Dr. Pitoyo Agung Yuwono.
Selain itu, sejumlah posisi Wakil Direktur juga mengalami perubahan. AKBP Adnan Pandibu dipercaya sebagai Wadir Reserse Kriminal Umum (Reskrimum), AKBP Zulkarnain menjabat Wadir Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus),
AKBP Dedi Surya Dharma menjadi Wadirsamapta, dan AKBP Bagus Suryo Wibowo dipercaya mengisi jabatan Wadir Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO).
Pergeseran kepemimpinan juga terjadi di tingkat Kepolisian Resor (Polres). Di Polres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman dimutasi menjadi Kapolres Majalengka, Polda Jawa Barat, dan posisinya digantikan oleh AKBP Dr. Muh Yusuf Usman.
Sementara itu, Polres Bantaeng kini dipimpin AKBP Andi Mayasari Patongai. Penunjukan tersebut menjadikannya satu-satunya Polisi Wanita (Polwan) yang dipercaya memimpin wilayah hukum Polres dalam mutasi kali ini.
Di Polres Parepare dan Polres Sidrap terjadi pertukaran kepemimpinan. AKBP Indra Waspada Yuda yang sebelumnya menjabat Kapolres Parepare kini memimpin Polres Sidrap. Adapun jabatan Kapolres Parepare dipercayakan kepada AKBP Phunky Mahendra Borniawan. Pejabat lama Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, mendapat promosi sebagai Kabag Binkar SDM Polda Sulsel.
Perubahan juga terjadi di Polres Enrekang, Polres Soppeng, Polres Wajo, dan Polres Pangkep. AKBP Ketut Yoga Saputra dipercaya memimpin Polres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto kembali menjabat Kapolres Soppeng, AKBP Douglas Mahendrajaya ditunjuk sebagai Kapolres Wajo, sedangkan AKBP Aditya Pradana dipercaya memimpin Polres Pangkep.
Mutasi ini merupakan bagian dari kebijakan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polri yang dilaksanakan secara berkala. Hingga berita ini diterbitkan, tidak terdapat keterangan resmi yang menyebutkan bahwa mutasi tersebut berkaitan dengan sanksi disiplin maupun proses hukum terhadap pejabat yang dimutasi.
Mabes Polri menegaskan bahwa rotasi jabatan dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi dan pembinaan karier personel guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Editor :
Albar Arianto







