SULSELTA.NET, Jeneponto — Pemadaman listrik bergilir kembali dijadwalkan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (1/10/2026). Pengaturan beban berlangsung dalam beberapa sesi hingga malam hari.
Di Jeneponto, berdasarkan informasi jadwal PLN ULP Jeneponto, pemadaman dibagi dalam beberapa gelombang. Pada pukul 13.30 hingga 16.30 WITA, penghentian sementara aliran listrik dijadwalkan mencakup seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Batang dan Kecamatan Tarowang.
Pemadaman kemudian berlanjut pada pukul 17.00 hingga 20.00 WITA. Wilayah yang masuk jadwal antara lain sebagian Kelurahan Benteng, Palenggu, Bontorannu, Tombo-tombolo, Kalimporo, Jenetallasa, Bontomanai, Kapita, Marayoka, Tonrokassi Barat, dan Kelurahan Tonrokassi.
Pengaturan beban di Jeneponto juga dijadwalkan berlanjut pada malam hari sekitar pukul 19.30 hingga 22.00 WITA di sejumlah wilayah lain yang masuk dalam jadwal penghentian sementara aliran listrik.
Sementara di Kabupaten Gowa, wilayah pelayanan PLN ULP Sungguminasa juga dijadwalkan mengalami pemadaman pada malam hari. Pengaturan beban berlangsung sekitar pukul 21.30 hingga 24.00 WITA dan menyasar sejumlah wilayah pelayanan di Gowa.
Pemadaman bergilir yang masih terjadi berkaitan dengan kondisi sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang dalam beberapa pekan terakhir menjalani proses pemulihan dan optimalisasi pembangkit.
PLN UID Sulselrabar sebelumnya mengerahkan lebih dari 230 petugas teknik untuk mempercepat pemeliharaan sejumlah fasilitas kelistrikan. Pemeliharaan mengakibatkan daya mampu pasok berkurang sehingga pengaturan beban dilakukan secara bertahap untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
Pada awal September, satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 megawatt kembali beroperasi dan memasok listrik ke sistem Sulbagsel. Namun, PLN saat itu menjelaskan daya mampu sejumlah pembangkit lain belum optimal sehingga pengaturan beban masih dapat dilakukan menyesuaikan kondisi sistem secara real time.
Rentetan pemadaman turut memicu keluhan masyarakat di sejumlah daerah Sulawesi Selatan. Di Parepare, massa Pemuda Pancasila menggelar aksi di Kantor PLN UP3 Parepare pada Senin (28/9/2026).
Dalam aksi itu, massa meminta kepastian penghentian pemadaman bergilir sekaligus mempertanyakan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.
Pihak PLN UP3 Parepare menjelaskan penentuan besaran maupun waktu pemberian kompensasi bukan kewenangan unit daerah. Data pelanggan terdampak diteruskan melalui jajaran PLN untuk dikonsolidasikan dengan pemerintah pusat.
Untuk pelanggan prabayar, kompensasi dapat diberikan dalam bentuk token, sedangkan pelanggan pascabayar melalui potongan tagihan bulan berikutnya.
PLN juga mengingatkan jadwal dan durasi pengaturan beban dapat berubah mengikuti kondisi sistem kelistrikan. Masyarakat diimbau memantau informasi terbaru mengenai jadwal pemadaman melalui kanal resmi PLN dan PLN Mobile. (*/Red)







