SULSELTA.NET, Makassar — Rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk meresmikan 100 Sekolah Rakyat Tahap II pada Rabu (28/10/2026) batal terlaksana. Pembatalan yang diketahui sehari sebelum pelaksanaan itu terjadi ketika berbagai persiapan telah dilakukan dan sejumlah siswa dari berbagai daerah sudah bergerak menuju Makassar.
Meski Presiden tidak hadir, kegiatan yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudiang tetap berlangsung dengan perubahan agenda menjadi peringatan satu tahun Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman tetap menghadiri kegiatan yang mempertemukan siswa, guru, wali asuh, dan unsur pilar sosial.
Persiapan Berlangsung Sejak September
Rencana kedatangan Presiden Prabowo telah dipersiapkan sejak September 2026 melalui koordinasi antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Persiapan mencakup pembahasan lokasi kegiatan, kesiapan peserta, pengaturan acara, hingga koordinasi lintas instansi untuk mendukung pelaksanaan peresmian Sekolah Rakyat.
Menjelang hari pelaksanaan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah berada di Makassar untuk memantau kesiapan kegiatan di kawasan GOR Sudiang.
Sejumlah atribut penyambutan dan spanduk peresmian juga telah dipasang sebagai bagian dari persiapan kunjungan kepala negara.
Ribuan Peserta Bersiap Menyambut Presiden
Pada Selasa (27/10/2026), siswa Sekolah Rakyat dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan mulai menuju Makassar untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
Peserta berasal dari berbagai daerah, termasuk Sinjai, Sidenreng Rappang, dan Barru. Sebagian di antaranya harus menempuh perjalanan jauh untuk menghadiri acara yang semula dijadwalkan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo.
Selain mengikuti kegiatan, sejumlah siswa telah mempersiapkan penampilan seni dan pertunjukan untuk menyambut kedatangan Presiden.
Namun, pada Selasa sore, informasi mengenai pembatalan kunjungan Presiden mulai disampaikan kepada pihak terkait.
Berdasarkan pemberitaan Fajar.co.id pada Rabu (28/10/2026), perubahan agenda terjadi karena Presiden memiliki kegiatan kenegaraan mendadak yang berkaitan dengan Menteri Luar Negeri Singapura.
Pembatalan itu membuat agenda peresmian yang telah dipersiapkan harus mengalami penyesuaian.
GOR Sudiang Tetap Dipadati Peserta
Pada Rabu (28/10/2026), kegiatan di GOR Sudiang tetap berlangsung meskipun Presiden Prabowo tidak hadir.
Sekitar 7.000 peserta yang terdiri atas siswa Sekolah Rakyat, tenaga pendidik, wali asuh, dan unsur pilar sosial mengikuti kegiatan yang dipimpin Menteri Sosial bersama Gubernur Sulawesi Selatan.
Salah satu penampilan yang menjadi perhatian adalah drama teatrikal bertajuk I Kukang, yang dibawakan oleh siswa Sekolah Rakyat.
Pertunjukan yang mengangkat kisah kehidupan anak yatim piatu itu menghadirkan pesan emosional mengenai perjuangan anak-anak sekaligus harapan mereka untuk dapat bertemu Presiden.
Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang tetap diselenggarakan meskipun agenda utama peresmian mengalami perubahan.
Mensos Paparkan Perkembangan Sekolah Rakyat
Di tengah perubahan agenda, Menteri Sosial Saifullah Yusuf tetap menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan, sebanyak 93 dari 100 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II telah beroperasi, sedangkan tujuh lokasi lainnya ditargetkan menyusul pada 1 November 2026.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Keberlanjutan program menjadi perhatian utama meskipun peresmian yang semula dijadwalkan dihadiri Presiden belum dapat dilaksanakan.






