SULSELTA.NET, Takalar — Tumpukan sampah di Jalan Palantikang, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus menjadi persoalan meski petugas kebersihan melakukan pengangkutan setiap hari.
Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Takalar menduga sebagian sampah berasal dari luar wilayah, termasuk kemungkinan dari daerah perbatasan Kabupaten Gowa. Aktivitas pembuangan diduga berlangsung pada malam hari ketika pengawasan petugas berkurang.
Lokasi penumpukan berada di jalur penghubung antara SMP Negeri 1 Takalar dan Pasar Pattallassang. Area yang digunakan untuk membuang sampah itu diketahui merupakan lahan milik pribadi warga, bukan tempat pembuangan sampah (TPS) resmi pemerintah daerah.
Meski demikian, lahan tersebut telah dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah selama bertahun-tahun sehingga aktivitas pembuangan terus berlangsung.
Diangkut Setiap Hari, Sampah Kembali Menumpuk
Petugas kebersihan DLHP Takalar, Mastur Daeng Situru, menjelaskan bahwa setiap hari petugas mengangkut sekitar tiga hingga lima mobil kontainer sampah dari lokasi tersebut.
Namun, upaya pembersihan belum mampu mengatasi persoalan karena sampah baru kembali ditemukan menumpuk pada keesokan harinya.
Kondisi ini menambah beban operasional petugas kebersihan yang harus melakukan pengangkutan secara berulang di lokasi yang sama.
Selain sampah rumah tangga, petugas juga menemukan limbah dari aktivitas perdagangan, peternakan ayam potong, hingga sisa usaha mebel.
Beragam jenis sampah itu menjadi salah satu dasar kecurigaan petugas bahwa pembuangan tidak hanya dilakukan oleh warga sekitar.
Diduga Ada Pembuangan pada Malam Hari
DLHP Takalar telah melakukan pengawasan dan penjagaan di sekitar lokasi pada siang hari. Namun, aktivitas pembuangan diduga berpindah ke malam hari ketika pengawasan tidak seketat pada siang hari.
Situasi tersebut menyulitkan petugas untuk mengetahui secara langsung pihak yang membuang sampah.
Lokasi Jalan Palantikang yang berdekatan dengan wilayah Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, turut menjadi perhatian.
Petugas menduga ada sampah yang dibawa dari luar Kabupaten Takalar untuk dibuang di lokasi tersebut.
Kapasitas Penampungan Tidak Memadai
Persoalan semakin rumit karena volume sampah yang masuk dilaporkan telah melampaui kapasitas penampungan yang tersedia.
Sebagian warga juga masih membuang sampah di luar kontainer kecil yang disediakan sehingga sampah berserakan di sekitar lahan.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penataan sistem pembuangan dan pengangkutan sampah agar penanganannya tidak hanya bergantung pada pembersihan rutin.
Penambahan TPS resmi menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan pemerintah daerah untuk mengurangi penggunaan lahan pribadi sebagai lokasi pembuangan.
Selain itu, pengawasan pada malam hari serta koordinasi antara DLHP dan Satpol PP dinilai penting untuk mencegah aktivitas pembuangan di luar ketentuan.






