SULSELTA.NET, Palopo — Kasus dugaan keracunan yang menimpa 20 siswa, guru, dan kerabat murid TK Islam Asbary, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan serius terkait keamanan pangan bagi anak-anak di lingkungan sekolah.
Puluhan korban mengalami sejumlah gejala setelah mengonsumsi nasi goreng yang disiapkan dalam kegiatan rutin yayasan pada Jumat (25/9/2026). Gejala dilaporkan mulai muncul sekitar satu hingga empat jam setelah makanan dikonsumsi, mulai dari sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare hingga sesak napas.
Berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban mencapai 20 orang. Sebagian korban masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Palopo.
Makanan yang dikonsumsi berupa nasi goreng dengan telur dan ayam suwir. Pihak sekolah menyebut sebanyak 107 kotak makanan disiapkan di dapur yayasan untuk kegiatan tersebut.
Kepala TK Islam Asbary, Irmawati Ramli, menegaskan makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut bukan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan itu merupakan konsumsi dalam kegiatan rutin sekolah yang dilaksanakan secara berkala.
Meski demikian, kasus ini menempatkan persoalan keamanan pangan anak di lingkungan pendidikan kembali menjadi perhatian. (*/Red)







