Pembenahan RSUD Lamaddukkelleng Mulai Dirasakan Masyarakat

SULSELTA.NET, Wajo — Pembenahan yang dilakukan Direktur UPT RSUD Lamaddukkelleng Kabupaten Wajo, dr. Andi Rijalul Fikri, M.Adm.Kes., mulai mendapat apresiasi. Perubahan tidak hanya terlihat pada sistem administrasi dan tata kelola pelayanan, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh keluarga pasien yang beraktivitas di lingkungan rumah sakit.

Salah satunya datang dari Asdar Bur, Ketua LSM LINGKAR, yang berada di RSUD Lamaddukkelleng sebagai keluarga pasien. Dari pengalamannya mendampingi keluarga mendapatkan perawatan, ia menilai terdapat perubahan positif dalam pelayanan maupun kebersihan lingkungan rumah sakit.

Apresiasi tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai hasil pembenahan yang dilakukan manajemen RSUD Lamaddukkelleng di bawah kepemimpinan Andi Rijalul Fikri.

Pembenahan Mulai Terlihat

Memimpin rumah sakit daerah bukan pekerjaan sederhana. Selain memastikan pelayanan medis berjalan, manajemen dituntut membangun sistem administrasi yang efektif, menjaga kebersihan dan kenyamanan, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan secara profesional.

Di RSUD Lamaddukkelleng, sejumlah aspek tersebut menjadi bagian dari pembenahan yang dilakukan manajemen.

Asdar Bur mengapresiasi perubahan yang ia rasakan ketika berada di lingkungan rumah sakit. Sebagai keluarga pasien, ia menilai pelayanan saat ini menunjukkan perubahan positif.

Tidak hanya pelayanan, kondisi kebersihan rumah sakit turut menjadi perhatiannya. Menurut penilaiannya, kebersihan lingkungan RSUD Lamaddukkelleng saat ini semakin baik sehingga memberikan kenyamanan bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.

Penilaian dari keluarga pasien menjadi penting karena pelayanan rumah sakit pada akhirnya tidak hanya diukur dari sistem yang dibangun di tingkat manajemen, tetapi juga dari pengalaman masyarakat ketika mengakses pelayanan.

Digitalisasi Mempermudah Pelayanan

Pembenahan di RSUD Lamaddukkelleng juga menyentuh sistem administrasi melalui pemanfaatan teknologi.

Pendaftaran poliklinik rawat jalan telah terintegrasi dengan sistem antrean daring melalui aplikasi Mobile JKN. Sistem tersebut diarahkan untuk mempermudah masyarakat mengakses pelayanan dan mengurangi ketergantungan terhadap proses pendaftaran secara konvensional.

Manajemen juga menerapkan integrasi atau bridging antara Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan layanan BPJS Kesehatan.

Integrasi tersebut mendukung proses administrasi kepesertaan, termasuk penerbitan Surat Eligibilitas Peserta (SEP), sehingga tahapan administrasi pelayanan dapat berlangsung secara lebih terintegrasi.

Modernisasi semacam ini menjadi bagian dari upaya manajemen mengubah pelayanan rumah sakit daerah agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Mutu Pelayanan Terus Diperkuat

Di samping digitalisasi, standar mutu pelayanan menjadi bagian penting dalam arah kepemimpinan Andi Rijalul Fikri.

RSUD Lamaddukkelleng tercatat memperoleh predikat Akreditasi Paripurna atau bintang lima. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penerapan standar mutu dan keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.

Koordinasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Watampone juga dilakukan dalam rangka evaluasi pelayanan, kepatuhan terhadap standar mutu, serta administrasi klaim pelayanan kesehatan.

Pada sektor medis, manajemen turut memperkuat kapasitas sejumlah layanan, termasuk pelayanan penyakit jantung serta optimalisasi unit yang menangani pasien dalam kondisi kritis.

Pembenahan tata kelola dan kesiapan pelayanan di Intensive Care Unit (ICU) maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi bagian dari upaya meningkatkan respons rumah sakit terhadap kebutuhan pasien.

Dari Sistem hingga Kebersihan

Transformasi rumah sakit tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan fasilitas medis. Hal-hal yang terlihat sederhana, seperti kebersihan ruangan dan lingkungan, keramahan pelayanan, hingga kemudahan mendapatkan pelayanan administrasi, turut menentukan kepercayaan masyarakat.

Pada titik inilah apresiasi Asdar Bur sebagai keluarga pasien memberikan perspektif berbeda.

Apa yang dibangun melalui kebijakan manajemen mulai terlihat pada aspek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bagi keluarga pasien, rumah sakit bukan sekadar tempat mendapatkan tindakan medis, tetapi juga ruang tempat mereka menghabiskan waktu mendampingi anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan.

Lingkungan yang bersih dan pelayanan yang semakin baik menjadi bagian penting dalam menciptakan kenyamanan tersebut.

Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Perubahan yang mulai mendapatkan apresiasi tentu bukan akhir dari proses pembenahan.

Bagi Andi Rijalul Fikri dan jajaran RSUD Lamaddukkelleng, apresiasi masyarakat sekaligus menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan.

Rumah sakit daerah akan selalu berhadapan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Evaluasi terhadap pelayanan karena itu harus berjalan beriringan dengan inovasi.

Pembenahan administrasi, digitalisasi, peningkatan mutu medis, hingga perhatian terhadap kebersihan menunjukkan bahwa perubahan rumah sakit harus dilakukan secara menyeluruh.

Kini, sebagian hasil pembenahan tersebut mulai mendapatkan penilaian positif dari masyarakat yang bersentuhan langsung dengan pelayanan rumah sakit.

Apresiasi dari keluarga pasien menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kebijakan pelayanan publik pada akhirnya bukan hanya terlihat dalam laporan dan sistem administrasi, tetapi juga dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. (*/Red)

banner 120x600