Truk Bawa Drum Kosong Ikut Antre Solar di Makassar

SULSELTA.NET, Makassar — Antrean kendaraan untuk mendapatkan Biosolar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar menjadi sorotan setelah sejumlah truk yang membawa drum kosong tertutup terpal terlihat ikut mengantre.

Fenomena tersebut terpantau di tengah antrean kendaraan berbahan bakar solar yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah ruas jalan utama Makassar.

Berdasarkan laporan Antara pada 5 September 2026, sejumlah truk yang ikut mengantre terlihat tidak membawa muatan barang sebagaimana kendaraan angkutan pada umumnya. Bak kendaraan tersebut justru memuat sejumlah drum kosong yang ditutupi terpal.

Temuan itu antara lain dilaporkan terjadi di sekitar SPBU depan Markas Polda Sulawesi Selatan dan kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Keberadaan truk pembawa drum kosong tersebut menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan tingginya permintaan Biosolar di SPBU.

Namun, keberadaan drum kosong di atas kendaraan belum dengan sendirinya membuktikan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi. Hingga informasi ini dihimpun, belum terdapat keterangan resmi aparat penegak hukum yang menetapkan kendaraan tersebut terlibat dalam tindak pidana penyelewengan Biosolar.

Antrean Mengular di Jalan Utama

Sebelumnya, antrean kendaraan berbahan bakar solar terjadi di sejumlah SPBU di Makassar pada 3 hingga 4 September 2026.

Salah satu titik antrean terjadi di SPBU Jalan A.P. Pettarani. Barisan kendaraan dilaporkan mengular ke badan jalan dan berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas.

Kondisi serupa terjadi di SPBU kawasan Jalan Urip Sumoharjo. Pengemudi truk mengeluhkan lamanya waktu menunggu untuk memperoleh solar karena berdampak terhadap aktivitas pekerjaan dan pengiriman barang.

Antrean kendaraan bahkan memakan sebagian badan jalan sehingga turut memperparah kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU.

Pertamina Sebut Pasokan Mencukupi

Di tengah antrean tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan pasokan Biosolar untuk Sulawesi Selatan dalam kondisi mencukupi.

Pertamina menyebut distribusi BBM ke SPBU tetap dilakukan setiap hari. Tingginya antrean dikaitkan dengan meningkatnya permintaan Biosolar dari kendaraan yang melakukan pengisian.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pola konsumsi Biosolar di lapangan, terlebih setelah ditemukan kendaraan yang membawa drum kosong ikut berada dalam antrean.

Pertamina juga melakukan pemantauan transaksi untuk mendeteksi nomor polisi kendaraan yang menunjukkan pola pembelian Biosolar tidak wajar.

Perlu Pemeriksaan untuk Pastikan Tujuan Drum

Temuan truk pembawa drum kosong menjadi informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang, terutama terkait tujuan penggunaan drum dan BBM yang dibeli kendaraan tersebut.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah kendaraan hanya melakukan pengisian BBM untuk kebutuhan operasional yang sah atau terdapat aktivitas lain yang berpotensi melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi.

Karena itu, dugaan bahwa Biosolar ditampung menggunakan drum untuk kemudian diperjualbelikan kembali belum dapat dinyatakan sebagai fakta sepanjang belum didukung hasil pemeriksaan dan bukti dari aparat berwenang.

Pengawasan terhadap distribusi Biosolar menjadi penting untuk memastikan BBM bersubsidi diterima kelompok pengguna yang berhak sekaligus mencegah antrean kendaraan mengganggu lalu lintas. (*/Red)

banner 120x600