PLN Targetkan Akhiri Pemadaman Bergilir Sulsel Mulai 6 September

SULSELTA.NET, Makassar — PT PLN (Persero) berkomitmen menghentikan pemadaman listrik bergilir di Sulawesi Selatan mulai Minggu, 6 September 2026, setelah melakukan percepatan pemulihan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Komitmen tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan mengalami pemadaman bergilir sejak Senin, 31 Agustus 2026.

Pemadaman dilakukan menyusul pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak terhadap kemampuan pasok sistem. PLN menerapkan pengaturan beban untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik serta mempertahankan kestabilan Sistem Sulbagsel.

Pada awal penerapan, PLN memperkirakan durasi pengaturan beban sekitar dua jam setiap sesi dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi sistem di lapangan.

Kondisi kemudian mendapat perhatian Pemerintah Kota Makassar setelah keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik meningkat.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bertemu dengan General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah pada Selasa, 1 September 2026, untuk membahas kondisi kelistrikan dan langkah pemulihan.

Dalam pertemuan tersebut, PLN menjelaskan adanya pemeliharaan pada salah satu unit PLTU di IPP Jeneponto berkapasitas 125 megawatt (MW). Kondisi itu berdampak terhadap berkurangnya pasokan tenaga listrik dalam sistem.

Berdasarkan informasi manajemen PLTU Jeneponto yang disampaikan PLN saat itu, unit berkapasitas 125 MW tersebut ditargetkan kembali beroperasi normal paling lambat 5 September 2026.

Upaya percepatan selanjutnya dilakukan dengan mengerahkan lebih dari 230 petugas teknik untuk menangani pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.

Selama proses tersebut, pengaturan beban dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah. Durasi pemadaman diperkirakan berkisar satu hingga empat jam setiap sesi, bergantung pada kondisi sistem kelistrikan secara real time.

Perkembangan signifikan terjadi pada Sabtu, 5 September 2026. Satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 MW dilaporkan telah kembali beroperasi dan memasok listrik ke Sistem Sulbagsel.

Pada hari yang sama, Anggota Komisi VI DPR RI Ismail Bachtiar menyampaikan hasil koordinasinya dengan manajemen PLN bahwa perusahaan berkomitmen menghentikan pemadaman bergilir mulai Minggu, 6 September 2026.

Meski demikian, kondisi sistem belum dinyatakan sepenuhnya normal. PLN UID Sulselrabar menyebut proses pemulihan dan optimalisasi pembangkit masih berlangsung.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan menjelaskan bahwa masuknya kembali unit PLTU Jeneponto telah mengurangi dampak kekurangan daya. Namun, kemampuan sejumlah pembangkit lainnya masih belum optimal sehingga pengelolaan sistem harus dilakukan secara hati-hati.

PLN masih mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia sekaligus menjalankan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.

Dalam kondisi daya mampu pasok yang masih terbatas, pengaturan beban secara bertahap dan terukur masih dapat dilakukan apabila kondisi Sistem Sulbagsel secara real time mengharuskannya.

Dengan demikian, komitmen penghentian pemadaman bergilir mulai 6 September menjadi bagian dari tahapan pemulihan sistem. Kondisi kelistrikan selanjutnya tetap bergantung pada kestabilan pembangkit dan kemampuan pasok Sistem Sulbagsel.

PLN mengimbau masyarakat memantau perkembangan kondisi kelistrikan dan wilayah terdampak melalui PLN Mobile serta kanal informasi resmi PLN. (*/Red)

banner 120x600