SULSELTA.NET, MAROS — Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak terhadap operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data monitoring aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Minggu (6/9/2026), sebanyak 21 penerbangan rute Makassar-Jakarta dan sebaliknya terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dari jumlah tersebut, 12 penerbangan mengalami pembatalan, sedangkan sembilan penerbangan lainnya mengalami penundaan atau delay.
Gangguan penerbangan terjadi menyusul penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap ruang udara dan operasional sejumlah bandara di wilayah barat Indonesia, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
AirNav Indonesia sebelumnya memperbarui informasi aeronautika terkait penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya akibat meluasnya sebaran abu vulkanik.
Penutupan sementara dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan dan dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik serta kondisi meteorologi.
Dampak kondisi tersebut turut dirasakan penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Sejumlah calon penumpang tujuan Jakarta harus menunggu kepastian jadwal penerbangan setelah penerbangan mengalami pembatalan maupun penundaan.
Salah seorang penumpang tujuan Jakarta bahkan dilaporkan telah menunggu sekitar tiga jam untuk memperoleh kepastian penerbangannya.
Sementara itu, sejumlah penerbangan Lion Group dari dan menuju Jakarta juga dibatalkan pada Minggu. Maskapai menyatakan keputusan tersebut mengikuti pemberitahuan dan perkembangan kondisi wilayah udara dari otoritas penerbangan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai sejumlah wilayah, yakni Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
Kondisi penerbangan masih bergantung pada perkembangan aktivitas vulkanik, arah sebaran abu, kondisi meteorologi, serta evaluasi otoritas penerbangan.
Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan dari Makassar menuju Jakarta maupun sebaliknya disarankan memastikan kembali status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. (*/Red)








