Akun TikTok Diambil Alih Usai Transaksi, Korban Lapor Polisi

SULSELTA.NET, Jakarta — Seorang mahasiswa bernama Muhamad Rifki Ramadhan melaporkan dugaan penipuan terkait transaksi jual beli akun TikTok ke Polres Metro Jakarta Barat setelah akun yang dibelinya diduga kembali diambil alih oleh pihak penjual.

Laporan tersebut diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Jakarta Barat pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 16.15 WIB. Dalam dokumen tanda terima laporan, perkara dicantumkan sebagai dugaan penipuan dengan terlapor masih dalam penyelidikan.

Berdasarkan kronologi pelapor, peristiwa bermula ketika dirinya mencari akun TikTok untuk keperluan promosi perusahaan. Dalam proses pencarian tersebut, pelapor mendapatkan penawaran melalui sebuah akun Facebook bernama Darmin.

Akun TikTok itu ditawarkan dengan harga Rp1,1 juta. Setelah terjadi kesepakatan, pelapor kemudian mentransfer uang sesuai harga yang disepakati ke rekening bank atas nama Muhamad Sunandar.

Setelah pembayaran dilakukan, akun TikTok tersebut diserahkan dan sempat dapat diakses oleh pihak pembeli. Namun, akun itu kemudian diduga kembali diambil alih oleh pihak penjual dengan mengubah akses atau kata sandi.

Akibatnya, pelapor mengaku tidak lagi dapat mengakses maupun mengendalikan akun TikTok yang telah dibeli. Akses yang sebelumnya dimiliki juga disebut telah diblokir.

Dalam laporan tersebut, lokasi kejadian dicantumkan di Apartemen Daan Mogot City, Kalideres, Jakarta Barat, dengan waktu kejadian pada 13 September 2026.

Pelapor menyatakan telah menyerahkan informasi yang dimilikinya, termasuk bukti transaksi, komunikasi, nomor telepon, serta data rekening yang berkaitan dengan transaksi tersebut kepada pihak berwenang untuk kepentingan pemeriksaan.

Pelapor mengklaim mengalami kerugian sekitar Rp8 juta akibat peristiwa tersebut. Namun, berdasarkan kronologi yang disampaikan, nilai pembayaran untuk pembelian akun TikTok tercatat sebesar Rp1,1 juta.

Perkara tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat untuk ditindaklanjuti. Identitas pihak yang diduga terlibat dan konstruksi peristiwa selanjutnya masih memerlukan pemeriksaan aparat kepolisian. (*/Red)

banner 120x600