SULSELTA.NET, Gowa — Krisis anggaran operasional menyebabkan layanan pengangkutan sampah di Kabupaten Gowa terganggu. Sebanyak 27 armada truk dilaporkan tidak beroperasi akibat ketiadaan bahan bakar minyak (BBM), sementara akses menuju tempat pembuangan akhir (TPA) juga diblokir pemilik lahan.
Berdasarkan laporan meja redaksi SULSELTA.NET, persoalan bermula pada awal September 2026 ketika pencairan dokumen anggaran operasional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa mengalami hambatan.
Kondisi tersebut berdampak pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa yang dilaporkan kehabisan anggaran taktis untuk membeli BBM kendaraan operasional.
Memasuki pertengahan September 2026, sebanyak 27 armada pengangkut sampah terpaksa berhenti beroperasi. Akibatnya, sampah rumah tangga dan pasar tidak terangkut secara optimal, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kecamatan Somba Opu dan wilayah sekitarnya.
Persoalan semakin rumit setelah akses menuju TPA ditutup oleh pemilik lahan. Pemblokiran tersebut dilaporkan dipicu belum dibayarkannya biaya sewa lahan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa selama beberapa tahun.
Penutupan akses membuat armada yang masih dapat beroperasi tidak bisa membuang sampah ke lokasi tersebut.
Pada 20–21 September 2026, tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman. Sampah yang tidak terangkut menimbulkan bau menyengat dan memicu keluhan masyarakat.
Keluhan warga kemudian meluas melalui media sosial dan menjadi sorotan publik di Sulawesi Selatan. Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa dan DPRD Gowa segera mengambil langkah darurat untuk memulihkan layanan pengangkutan sampah.
Hingga laporan ini disusun, krisis tersebut masih memerlukan penanganan menyeluruh, terutama terkait pencairan anggaran operasional, penyediaan BBM bagi armada, serta penyelesaian persoalan akses dan pembayaran sewa lahan TPA.
SULSELTA.NET masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gowa, DLH, DPRD Gowa, dan pihak pemilik lahan TPA untuk mengonfirmasi serta melengkapi informasi tersebut. (*/Red)







