Rebutan Lahan Parkir Picu Bentrokan Warga Makassar

SULSELTA.NET, Makassar — Bentrokan dua kelompok warga terjadi selama dua malam berturut-turut di kawasan Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Perselisihan penguasaan lahan parkir disebut menjadi pemicu bentrokan tersebut.

Dua kelompok yang terlibat berasal dari Kampung Kokolojia atau kelompok Anak Rajawali dan warga penghuni rumah susun (Rusunawa) di kawasan tersebut. Bentrokan berlangsung pada dini hari dengan aksi saling serang menggunakan sejumlah benda berbahaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan pertama pecah pada Rabu (16/9/2026) dini hari. Kedua kelompok terlibat aksi saling serang di sekitar pertigaan Jalan Garuda-Jalan Ampera.

Dalam bentrokan itu, massa menggunakan batu, parang, hingga anak panah busur. Aparat kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk membubarkan kelompok yang bertikai dan mengendalikan situasi.

Namun, ketegangan belum berakhir. Kurang dari 24 jam kemudian, bentrokan kembali pecah pada Kamis (17/9/2026) dini hari di kawasan Jalan Rajawali.

Pada bentrokan kedua, kedua kelompok kembali terlibat aksi saling serang. Rekaman CCTV yang diberitakan media memperlihatkan kelompok warga menggunakan parang, batu, hingga busur panah.

Situasi sempat mencekam dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Saat aparat kepolisian tiba untuk membubarkan bentrokan, massa juga sempat melempari petugas dengan batu sebelum akhirnya dapat dilerai.

Satu orang dilaporkan mengalami luka pada bagian kepala dalam rangkaian bentrokan tersebut dan mendapat penanganan medis.

Kepala Tim 2 Jatanras Polrestabes Makassar Aiptu Syamfihdar menjelaskan, berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, perselisihan kedua kelompok dipicu persoalan penguasaan lahan parkir di sepanjang Jalan Rajawali.

Aparat kepolisian melakukan pengamanan dan penyisiran setelah bentrokan. Sejumlah benda yang diduga digunakan dalam aksi saling serang turut diamankan.

Kepolisian juga melakukan langkah antisipasi untuk mencegah bentrokan susulan. Pengawasan di kawasan tersebut diperketat, terutama pada malam hingga dini hari.

Peristiwa ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Perkembangan terkait pihak yang diamankan, barang bukti, kondisi korban, maupun proses hukum selanjutnya menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian. (*/Red)

banner 120x600