SULSELTA.NET, Makassar — Seorang sopir perusahaan ekspedisi bernama Andrerias Umbujala, warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Lanraki Baru, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (6/7/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.40 WITA oleh kerabat bersama warga sekitar setelah tidak memberikan kabar. Saat pintu kamar berhasil dibuka, korban ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dalam keadaan tidak bernyawa. Darah terlihat berceceran dari atas kasur hingga ke lantai kamar.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Personel Polsek Biringkanaya bersama Tim Inafis dan Dokpol Polrestabes Makassar kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti.
Kapolsek Biringkanaya, Kompol Setiawan A. Malik, kepada media menyampaikan bahwa hasil penyelidikan awal mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana pembunuhan. Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses forensik.
Dalam olah TKP, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk sebuah cangkul yang akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa tersebut. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan korban berinisial YT yang diketahui tidak berada di kamar kos pada malam sebelum korban ditemukan meninggal.
Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban mengalami luka serius pada bagian wajah. Namun, kondisi luka tersebut masih akan dipastikan melalui hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian.
Andrerias diketahui bekerja sebagai sopir perusahaan ekspedisi pengangkut bata ringan. Menurut Ketua RT dan warga sekitar, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam, rajin bekerja, serta tidak pernah terlibat perselisihan dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setelah informasi penemuan jasad korban beredar luas di media sosial. Hingga Senin siang, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi, motif, serta pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melaporkannya kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara.
Editor :
Albar Arianto







