AMPERA Ultimatum PLN Sulselrabar soal Pemadaman Bergilir

SULSELTA.NET, Makassar — Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat (AMPERA) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Fly Over Makassar dan Kantor PLN Sulselrabar, Jumat (11/9/2026), memprotes pemadaman listrik bergilir yang masih dirasakan masyarakat.

Dalam aksinya, AMPERA Sulsel mengangkat isu bertajuk “Sulawesi Selatan Krisis Energi”. Selain persoalan kelistrikan, massa menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta persoalan akses air bersih.

AMPERA menilai pemadaman listrik berulang telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat, kegiatan usaha, proses belajar, hingga pelayanan publik. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian dan kerugian bagi masyarakat.

Khusus persoalan kelistrikan, AMPERA mendesak PLN Sulselrabar membuka informasi secara transparan mengenai penyebab pemadaman, kondisi pasokan listrik, kapasitas pembangkit, kondisi jaringan, serta langkah yang dilakukan untuk memulihkan keandalan sistem kelistrikan.

AMPERA juga meminta PLN menghitung dan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan terkait tingkat mutu pelayanan tenaga listrik.

Dalam pernyataan sikapnya, AMPERA merujuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017.

Menurut AMPERA, regulasi tersebut mengatur tingkat mutu pelayanan tenaga listrik dan mekanisme kompensasi kepada konsumen apabila standar pelayanan tertentu tidak terpenuhi, termasuk terkait lama gangguan.

AMPERA menyebut besaran kompensasi dapat berbeda sesuai ketentuan dan durasi gangguan yang dialami pelanggan. Karena itu, organisasi tersebut meminta PLN melakukan penghitungan terhadap pelanggan yang dinilai memenuhi persyaratan memperoleh kompensasi.

Jenderal Lapangan AMPERA Sulsel, Rull, memberikan waktu 2 × 24 jam kepada PLN Sulselrabar untuk memberikan penjelasan dan solusi atas persoalan pemadaman tersebut.

Rull menyatakan pihaknya meminta kejelasan mengenai pemadaman serta kompensasi bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan. Apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti, AMPERA berencana kembali menggelar aksi di Kantor PLN Sulselrabar dengan jumlah massa lebih besar.

Selain penghentian pemadaman bergilir dan pemberian kompensasi, AMPERA menuntut keterbukaan informasi mengenai kondisi kelistrikan Sulselrabar, jaminan ketersediaan dan distribusi BBM serta LPG, serta pencopotan General Manager PLN Sulselrabar.

AMPERA menegaskan listrik, BBM, LPG, dan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia secara memadai dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Red)

banner 120x600