SULSELTA.NET, Makassar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menargetkan perluasan implementasi program SALAMA (Sahabat Anak Lewat Afirmasi tentang Aman Bencana) hingga menjangkau 100 sekolah di Kota Makassar sepanjang 2026. Program ini merupakan upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini melalui edukasi di lingkungan sekolah.
Program SALAMA menyasar lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana berbasis pendidikan. Dalam pelaksanaannya, BPBD Kota Makassar memberikan edukasi mengenai berbagai jenis bencana, langkah penyelamatan diri, serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak.
Materi pembelajaran disampaikan secara interaktif melalui simulasi penyelamatan diri, permainan edukatif, pengenalan peralatan keselamatan, serta media visual. Selain melibatkan peserta didik, program ini juga mengikutsertakan tenaga pendidik guna memperkuat budaya tanggap bencana di lingkungan sekolah.
Berdasarkan data yang dipublikasikan sejumlah media, hingga pertengahan 2026 program SALAMA telah memberikan edukasi kepada 18.090 anak di Kota Makassar. Pada tahap awal pelaksanaannya, program tersebut diterapkan di 30 sekolah yang tersebar di tujuh kecamatan dengan tingkat kerawanan bencana.
BPBD Kota Makassar menargetkan perluasan jangkauan program menjadi 100 sekolah sepanjang 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan mitigasi bencana preventif sekaligus mendorong perubahan paradigma penanggulangan bencana yang tidak hanya berfokus pada penanganan setelah kejadian, tetapi juga pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, program SALAMA menerapkan pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan karakter anak. Metode yang digunakan meliputi penguatan mental melalui teknik Hypno-Shield, simulasi penyelamatan diri, pengenalan fungsi peralatan keselamatan, serta permainan edukatif untuk membantu anak memahami materi kebencanaan secara lebih efektif.
Selain memperluas implementasi di sekolah, BPBD Kota Makassar bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar tengah menyusun dokumen pendukung inovasi SALAMA. Penyusunan dokumen tersebut dilakukan melalui Forum Riset dan Inovasi Daerah Angkatan II sebagai bagian dari pemenuhan indikator kebaruan, kemanfaatan, dan keberlanjutan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 tingkat nasional.
Melalui penguatan program SALAMA, BPBD Kota Makassar berharap budaya sadar bencana dapat tertanam sejak usia dini sehingga anak-anak, guru, dan lingkungan sekolah memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana. (*)
Editor :
Albar Arianto








