SULSELTA.NET, Wajo — Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 19 Wajo ditunda karena kesiapan sarana pendukung belum sepenuhnya terpenuhi, terutama terkait ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan utama operasional sekolah berasrama.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Malik Faisal, menyampaikan bahwa kendala pemenuhan air bersih tidak hanya terjadi di Kabupaten Wajo, tetapi juga dialami sejumlah Sekolah Rakyat lainnya di Sulawesi Selatan. Menurutnya, kapasitas sumber air di beberapa lokasi belum mampu memenuhi kebutuhan operasional sekolah.
Di SRT 19 Wajo, Kepala Sekolah Asri menjelaskan bahwa sekolah telah memiliki sumur bor. Namun, debit air yang dihasilkan masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ratusan siswa yang nantinya tinggal di asrama. Sebagai langkah penanganan sementara, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wajo untuk menyiapkan suplai air menggunakan mobil tangki.
Sementara itu, proses penerimaan peserta didik tetap berjalan. Kementerian Sosial RI melalui pekerja sosial telah melakukan penjaringan calon siswa dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang memenuhi kriteria. Hingga saat ini, sebanyak 95 siswa telah terjaring sebagai peserta didik tetap.
SRT 19 Wajo ditargetkan memiliki daya tampung hingga 270 siswa yang terdiri atas masing-masing 90 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemerintah berharap operasional sekolah dapat berjalan optimal setelah kebutuhan utilitas dasar, khususnya air bersih, terpenuhi.
Penundaan MPLS dilakukan sebagai langkah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam kondisi yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik. Pihak sekolah bersama pemerintah daerah terus berupaya mempercepat penyelesaian kendala tersebut agar aktivitas pendidikan di SRT 19 Wajo dapat segera dilaksanakan secara penuh. (*)
Editor :
Albar Arianto








