Pemprov Sulsel Usulkan Rp1,8 Triliun Rehabilitasi Hulu Saddang

SULSELTA.NET, Pinrang — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan anggaran sebesar Rp1,8 triliun kepada Pemerintah Pusat untuk merehabilitasi jaringan irigasi di bagian hulu Daerah Irigasi (DI) Sungai Saddang, Kabupaten Pinrang.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan usulan tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk memperbaiki dan mengoptimalkan jaringan irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian lebih stabil dan merata.

Usulan itu diumumkan saat Andi Sudirman meninjau aliran primer Sungai Saddang di Pinrang, Minggu (20/9/2026). Peninjauan dilakukan menyusul penurunan debit air yang mengancam sawah petani pada musim tanam sela, termasuk di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemprov Sulsel menyerahkan 10 unit pompa ponton senilai Rp313,7 juta. Pompa tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari sungai menuju jaringan sekunder dan tersier persawahan.

Pemprov Sulsel juga menyalurkan sejumlah alat dan mesin pertanian berupa traktor roda empat, traktor roda dua, serta pompa Alcon. Selain itu, pemerintah menyiapkan sembilan titik sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air petani.

Andi Sudirman menjelaskan pompanisasi merupakan solusi sementara agar sawah petani tetap memperoleh pasokan air. Penanganan permanen dinilai membutuhkan rehabilitasi struktural berskala besar pada jaringan irigasi di bagian hulu Sungai Saddang.

Rencana rehabilitasi tersebut melengkapi program pemulihan jaringan irigasi yang telah dijalankan Pemprov Sulsel melalui skema proyek tahun jamak atau Multi Years Project (MYP).

Program senilai Rp780 miliar yang bersumber dari efisiensi APBD Sulsel Tahun Anggaran 2025–2027 itu mencakup rehabilitasi 39 daerah irigasi di 16 kabupaten dan kota. Proyek tersebut ditargetkan melayani sekitar 54 ribu hektare lahan persawahan.

Berdasarkan data per 13 September 2026, progres keseluruhan pekerjaan rehabilitasi mencapai sekitar 17,8 persen sejak dimulai pada April 2026.

Program pemulihan tersebut dilaksanakan karena mayoritas infrastruktur irigasi di Sulawesi Selatan mengalami penurunan fungsi hingga tersisa sekitar 50 persen.

Rehabilitasi jaringan diharapkan memperkuat ketersediaan air, menjaga produktivitas pertanian, dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. (*/Red)

banner 120x600