SULSELTA.NET, Maros — Aksi penyerangan yang diduga dilakukan sekelompok geng motor di Jalan Pemuda, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Minggu (5/7) sekitar pukul 02.30 WITA, berujung pada perlawanan warga. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga mengalami luka akibat terkena busur panah, sementara lima terduga pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterangan kepolisian yang dikutip sejumlah media, kelompok yang diduga menamakan diri Lampu Merah awalnya diduga hendak menyerang kelompok lain di kawasan tersebut. Namun, setelah tidak menemukan sasaran, kelompok itu diduga melakukan penyerangan secara acak terhadap warga yang berada di sekitar lokasi menggunakan busur panah.
Akibat penyerangan tersebut, seorang warga berinisial R (27) mengalami luka akibat terkena anak panah dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Aksi penyerangan itu memicu kemarahan warga sekitar. Sejumlah warga kemudian melakukan perlawanan hingga berhasil melumpuhkan dan mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Dalam insiden itu, dua unit sepeda motor yang diduga digunakan para pelaku dibakar massa di lokasi kejadian.
Personel Polsek Turikale bersama Satreskrim Polres Maros segera mendatangi lokasi untuk mengendalikan situasi, mengamankan para terduga pelaku dari amukan massa, serta melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi mengamankan lima orang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Maros. Selain itu, sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya kendaraan yang diduga digunakan para pelaku serta busur panah beserta ketapel.
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan kasus dan memburu anggota kelompok lainnya yang diduga melarikan diri saat kejadian. Kepolisian juga terus mendalami motif penyerangan serta peran masing-masing terduga pelaku.
Polres Maros mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat, sementara penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus tersebut. (*)
Editor :
Albar Arianto








