Pembangunan Duplikasi Jembatan Maros Dimulai, Rampung Ditarget Agustus 2027

SULSELTA.NET, Maros — Pembangunan duplikasi Jembatan Sungai Maros resmi dimulai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Selasa (7/7/2026). Proyek infrastruktur nasional tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ruas jalan Makassar–Pangkep sekaligus mengatasi penyempitan jalur (bottleneck) yang selama ini menjadi penyebab kemacetan di kawasan itu.

Pembangunan jembatan menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears contract) periode 2026–2027 dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp51,6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pekerjaan fisik dijadwalkan berlangsung selama 480 hari atau sekitar 16 bulan dengan target penyelesaian pada Agustus hingga September 2027.

Selain anggaran konstruksi dari pemerintah pusat, pembebasan lahan untuk proyek tersebut didukung Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pemerintah Kabupaten Maros dengan alokasi anggaran sebesar Rp8 miliar.

Secara teknis, jembatan baru akan dibangun sejajar di sisi jembatan lama dengan panjang sekitar 103 meter. Struktur jembatan terdiri atas tiga bentang, dua abutment, dan dua pier. Fondasi menggunakan metode bore pile berdiameter 80 sentimeter dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter. Desain tersebut dirancang untuk menjaga kelancaran aliran Sungai Maros serta meminimalkan hambatan terhadap material hanyutan saat debit air meningkat.

Tahap awal pekerjaan difokuskan pada pembangunan fondasi di area badan sungai. Pekerjaan ini ditargetkan selesai sebelum musim hujan, yakni pada Desember 2026, mengingat proses pengeboran fondasi sangat bergantung pada kondisi debit air sungai yang rendah agar pekerjaan dapat berjalan optimal.

Setelah pembangunan selesai, kapasitas jalan di lokasi tersebut akan meningkat menjadi empat lajur jalan dan empat lajur jembatan. Penambahan kapasitas ini diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas pada koridor nasional Makassar–Pangkep yang menjadi salah satu jalur utama distribusi orang dan barang di Sulawesi Selatan.

Selama proses konstruksi berlangsung, arus kendaraan tetap akan menggunakan jembatan lama. Pemerintah memastikan tidak ada penutupan maupun pengalihan lalu lintas sehingga aktivitas masyarakat dan pengguna jalan tetap berjalan normal selama proyek dikerjakan. (*)

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600