SULSELTA.NET, Makassar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan menyusul meningkatnya dinamika atmosfer yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah pada periode 12–14 Juli 2026.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Perkembangan kondisi cuaca tersebut telah terpantau sejak 9 hingga 11 Juli 2026. Pada periode ini, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Namun, BMKG mulai mendeteksi peluang hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah, terutama kawasan Luwu dan Toraja Utara. Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan telah diingatkan untuk mewaspadai potensi angin kencang dan perubahan kondisi gelombang laut.
Memasuki Minggu, 12 Juli 2026, dinamika atmosfer diprakirakan mengalami peningkatan sehingga peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat semakin meluas di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan serta memicu genangan di daerah yang memiliki sistem drainase kurang baik maupun wilayah rawan banjir. BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca yang dapat berlangsung secara cepat.
Pada Senin, 13 Juli 2026, BMKG memperkirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih dapat terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan. Curah hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir, tanah longsor, banjir bandang, serta pohon tumbang di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di kawasan lereng, bantaran sungai, maupun daerah rawan longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selanjutnya, pada Selasa, 14 Juli 2026, intensitas hujan diprakirakan mulai berangsur menurun. Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa potensi dampak lanjutan, seperti banjir kiriman, genangan, maupun longsor susulan masih dapat terjadi, sehingga masyarakat diharapkan tidak lengah dan tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi yang diterbitkan BMKG.
BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Karena itu, masyarakat diimbau memperoleh informasi hanya melalui kanal resmi BMKG, menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta segera mengambil langkah antisipasi apabila wilayah tempat tinggalnya masuk dalam kawasan yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. (*)
Editor :
Albar Arianto







