Daerah  

Menapaki Jejak Seabad RSUD Anwar Makkatutu, Dari Rumah Sakit Kolonial Menuju Layanan Kesehatan Modern

SULSELTA.NET, Bantaeng — Di tengah perkembangan Kabupaten Bantaeng yang terus bergerak maju, berdiri sebuah rumah sakit yang telah menjadi saksi perjalanan sejarah selama lebih dari satu abad. RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu bukan sekadar tempat masyarakat berobat, melainkan bagian dari perjalanan panjang pelayanan kesehatan di daerah yang dimulai sejak masa pemerintahan kolonial Belanda pada 1921.

Berawal dari fasilitas kesehatan sederhana, rumah sakit ini terus mengikuti dinamika zaman. Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, status kelembagaannya berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantaeng pada tahun 2000. Setahun kemudian, rumah sakit tersebut resmi menggunakan nama Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu sebagai bentuk penghormatan kepada putra daerah yang dikenal sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Perjalanan panjang itu tidak berhenti pada pergantian nama. Berbagai pembenahan terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan, mulai dari penguatan manajemen hingga pengembangan fasilitas kesehatan. Langkah tersebut menjadi fondasi bagi rumah sakit dalam memberikan layanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat Bantaeng dan wilayah sekitarnya.

Memasuki era transformasi pelayanan kesehatan, RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu kembali menorehkan babak baru. Pada akhir Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Bantaeng meluncurkan identitas baru rumah sakit yang mencakup logo, visi dan misi, mars, serta tujuh inovasi pelayanan sebagai bagian dari program transformasi kelembagaan.

Transformasi tersebut tidak hanya terlihat dari perubahan identitas. Rumah sakit juga mulai menghadirkan berbagai inovasi yang berorientasi pada kemudahan pelayanan. Salah satunya adalah PASTI SERASI, sistem yang membantu masyarakat memantau proses pelayanan obat secara lebih transparan. Selain itu, tersedia layanan Drive Thru pengambilan obat sehingga pasien dapat memperoleh obat tanpa harus turun dari kendaraan.

Langkah digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan nyaman. Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga menyiapkan pengembangan layanan kesehatan yang lebih spesifik, termasuk rencana menghadirkan layanan urologi guna memperluas akses pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan.

Lebih dari seratus tahun sejak pertama kali berdiri, RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu telah melewati berbagai fase perubahan. Dari sebuah rumah sakit pada era kolonial hingga berkembang menjadi rumah sakit rujukan milik pemerintah daerah, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

Transformasi yang berlangsung saat ini menjadi penanda bahwa sejarah panjang rumah sakit bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pijakan dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin modern, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai pengabdian yang telah diwariskan sejak awal berdirinya.

Editor :
Albar Arianto

banner 120x600