SULSELTA.NET, Luwu Utara — Sebanyak 1.476 ibu hamil di Kabupaten Luwu Utara ambil bagian dalam Gerakan Minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Serentak yang digelar pada Kamis (9/7/2026). Partisipasi tersebut menjadi kontribusi Luwu Utara dalam gerakan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang melibatkan sekitar 54.000 ibu hamil dan berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai gerakan minum MMS serentak terbanyak.
Pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Luwu Utara dipusatkan secara hybrid di Ruang Command Center Kantor Bupati Luwu Utara dan diikuti secara serentak oleh seluruh kecamatan melalui jaringan posyandu. Kegiatan ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu Standar Pelayanan Minimal Posyandu Era Baru, Tim Penggerak PKK Pokja IV, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Luwu Utara, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta pemerintah kecamatan dan desa.
Di tingkat desa dan kelurahan, para ibu hamil menerima suplemen Multiple Micronutrient Supplement (MMS) dengan pendampingan tenaga kesehatan. Sejumlah ibu hamil juga hadir bersama suami sebagai bentuk dukungan keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan janin sejak masa kehamilan.
Gerakan Minum MMS Serentak merupakan salah satu strategi percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral bagi ibu hamil. Pemberian MMS dilakukan untuk membantu mencegah anemia, mendukung pertumbuhan janin, serta mengurangi risiko bayi lahir dengan berat badan rendah yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting.
Secara bersamaan, kegiatan ini dilaksanakan di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dengan melibatkan sekitar 54.000 ibu hamil. Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pelaksanaan serentak tersebut berhasil mencatatkan Rekor MURI sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam mempercepat penurunan stunting melalui intervensi gizi sejak masa kehamilan.
Keikutsertaan 1.476 ibu hamil dari Luwu Utara menjadi bagian dari kontribusi daerah terhadap capaian tersebut. Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan, PKK, Ikatan Bidan Indonesia, dan kader Posyandu diharapkan terus memperkuat edukasi serta pendampingan ibu hamil agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dan melahirkan generasi yang lebih sehat. (*)
Editor :
Albar Arianto







