SULSELTA.NET, Kepulauan Selayar — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 penumpang KM Nurul Salsa yang hilang setelah kapal tersebut tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2026).
Kapal berlayar dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sekitar pukul 05.00 WITA. Dalam perjalanan, kapal mengalami mati mesin sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng hingga akhirnya karam di tengah laut. Kapal diketahui juga mengangkut barang logistik serta ternak.
Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menjelaskan bahwa pendataan awal hanya mencatat 50 orang di atas kapal. Namun, setelah proses verifikasi bersama tim di lapangan, jumlah orang yang berada di kapal diketahui lebih banyak sehingga data manifes masih terus disempurnakan. Hingga saat ini, Basarnas mengonfirmasi 49 orang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia atas nama Salmawati, sedangkan 24 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, pemerintah daerah, serta nelayan setempat. Pencarian diperluas menggunakan metode Search and Rescue Planning (SARMAP) dengan dukungan armada laut dan pemantauan udara untuk mempercepat penemuan korban yang masih hilang.
Basarnas mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari posko SAR terkait perkembangan jumlah korban maupun hasil pencarian. Sementara itu, proses verifikasi data manifes masih terus dilakukan guna memastikan jumlah pasti penumpang yang berada di atas KM Nurul Salsa saat kejadian.
Editor :
Albar Arianto








