SULSELTA.NET, Luwu — Perjalanan Evi Agustina di dunia seni terus berkembang. Perempuan asal Luwu, Sulawesi Selatan, itu pernah mencatatkan pengalaman di panggung D’Academy 5, kompetisi dangdut yang ditayangkan Indosiar pada 2022.
Keikutsertaan Evi dalam ajang D’Academy 5 menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan vokal, membangun kepercayaan diri, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi musik berskala nasional.
Dalam perjalanannya, Evi mengikuti rangkaian seleksi dan berhasil melangkah hingga tahap Final Audition.
Berdasarkan pemberitaan Merdeka.com pada 2022, Evi dikenal sebagai salah satu peserta D’Academy 5 asal Belopa, Kabupaten Luwu. Penampilannya juga mendapat perhatian dari jajaran juri.
Salah satu momen yang menjadi perhatian saat mengikuti kompetisi adalah ketika Evi melakukan panggilan video dengan ayahnya, Mastono, yang saat itu berada di Shah Alam, Selangor, Malaysia.
Momen itu memperlihatkan dukungan keluarga dalam perjalanan Evi selama mengikuti kompetisi.
Mengikuti ajang pencarian bakat di televisi memberikan pengalaman berbeda bagi Evi. Ia harus menjalani proses seleksi, latihan, tampil di hadapan juri, hingga beradaptasi dengan atmosfer persaingan.
Pengalaman di D’Academy 5 kemudian menjadi salah satu fase yang memperluas wawasan Evi sebagai performer. Selain memperoleh pengalaman bernyanyi dalam kompetisi, ia belajar mengenai disiplin, kesiapan mental, serta tuntutan dunia hiburan.
Setelah mengikuti D’Academy, Evi melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Makassar (UNM), Fakultas Seni dan Desain, Program Studi Sendratasik.
Di lingkungan kampus, Evi tidak hanya menjalani kegiatan akademik, tetapi juga aktif berorganisasi. Ia tercatat sebagai pengurus Himpunan Sendratasik periode 2023–2024.
Pendidikan seni dan pengalaman berorganisasi menjadi bagian dari proses Evi dalam mengembangkan kemampuan serta memperluas pengalaman di luar panggung kompetisi.
Perjalanannya di dunia seni kemudian merambah bidang seni peran. Pada 2025, Evi mendapat kesempatan memainkan karakter Rara dalam film Rannu (Cinta Bugis Makassar) yang disutradarai Rizal Saputra. Film itu dijadwalkan tayang perdana pada 10 Mei 2025.
Kesempatan bermain film menjadi pengalaman baru bagi Evi untuk mengeksplorasi kemampuan di bidang seni yang berbeda dari musik.
Perjalanan dari kompetisi dangdut, pendidikan seni, hingga seni peran memperlihatkan upaya Evi untuk terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai pengalaman.
Bagi Evi, D’Academy 5 menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan seninya karena memberikan pengalaman tampil di lingkungan profesional dan merasakan langsung atmosfer kompetisi musik tingkat nasional.
Namun, langkahnya tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi. Evi masih memiliki keinginan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di berbagai bidang seni.
Ia menyampaikan keinginannya untuk terus tumbuh dan berkembang serta tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih.
Dari panggung dangdut hingga seni peran, perjalanan Evi Agustina menunjukkan proses seorang talenta muda asal Luwu dalam memperluas pengalaman dan kemampuan di dunia seni. (Red)







