SULSELTA.NET, Makassar — Kuota LPG 3 kilogram bersubsidi di Sulawesi Selatan diproyeksikan habis pada November 2026 jika tren penyaluran saat ini terus berlangsung. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat realisasi penyaluran telah melampaui alokasi berjalan.
Berdasarkan data penyaluran hingga 15 September 2026, realisasi LPG 3 kg di Sulawesi Selatan mencapai 224.233 metrik ton (MT), atau sekitar 109,6 persen dibandingkan alokasi year-to-date (YTD).
Manager Retail Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mardian, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan terhadap kuota yang tersedia dan tren konsumsi saat ini, alokasi LPG 3 kg berpotensi habis pada November 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan LPG bersubsidi masih harus dipenuhi hingga akhir Desember.
Pertamina tetap melakukan penyaluran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sembari mendorong langkah penanganan agar pasokan energi bersubsidi tetap tersedia hingga akhir tahun.
Tekanan terhadap kuota LPG 3 kg juga terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Pertamina sebelumnya telah melakukan penambahan penyaluran atau extra dropping untuk merespons peningkatan kebutuhan tersebut.
Pada September 2026, penyaluran tambahan LPG 3 kg bahkan dilakukan hingga 30 persen di atas rata-rata penyaluran harian di sejumlah wilayah.
Selain menjaga pasokan, pengawasan distribusi menjadi bagian penting dalam mengendalikan konsumsi LPG bersubsidi. Pemerintah daerah bersama Pertamina juga didorong memperkuat pendataan penerima agar LPG 3 kg benar-benar digunakan oleh kelompok yang berhak.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya mencatat kuota LPG 3 kg untuk Sulawesi Selatan pada 2026 sebesar 289.784 MT.
Dengan realisasi penyaluran yang telah melampaui alokasi berjalan, penyesuaian kuota menjadi salah satu langkah yang dibutuhkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat hingga Desember 2026.
Upaya tersebut juga perlu dibarengi pengawasan di tingkat distribusi untuk mencegah penyalahgunaan LPG bersubsidi sekaligus menjaga penyalurannya tetap tepat sasaran.
Perkembangan kuota dan realisasi penyaluran LPG 3 kg selanjutnya akan menjadi perhatian menjelang akhir tahun, terutama untuk memastikan kebutuhan rumah tangga sasaran dan usaha mikro tetap terpenuhi. (*/Red)







