SULSELTA.NET, Makassar — Polrestabes Makassar menggagalkan rencana tawuran antarkelompok pemuda dengan mengamankan tiga remaja yang diduga hendak terlibat dalam aksi tersebut di wilayah Kota Makassar, Jumat (31/7/2026) malam.
Penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan adanya gesekan antarkelompok pemuda di Jalan Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Bontoala. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel kepolisian segera bergerak ke lokasi untuk membubarkan kerumunan dan mengantisipasi bentrokan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Usai membubarkan massa, Tim Unit Patroli Trisula Polrestabes Makassar melanjutkan patroli dan penyisiran di sejumlah titik yang dinilai rawan, di antaranya Jalan Veteran Utara dan Jalan Masjid Raya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi para pemuda yang diduga berpindah lokasi atau kembali berkumpul untuk melanjutkan aksi tawuran.
Dalam penyisiran itu, petugas mengamankan tiga remaja di dua lokasi berbeda. Dua remaja diamankan saat melintas di kawasan Jalan Veteran Utara, sedangkan satu remaja lainnya ditangkap di sekitar Jalan Masjid Raya. Berdasarkan keterangan resmi Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, ketiganya diduga merupakan bagian dari kelompok geng motor yang hendak terlibat dalam aksi tawuran.
Dari hasil penggeledahan dan penyisiran di sekitar lokasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa busur panah beserta ketapelnya serta petasan. Barang-barang tersebut diduga telah dipersiapkan untuk digunakan dalam aksi penyerangan terhadap kelompok lain.
Selanjutnya, ketiga remaja bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami motif para remaja membawa senjata tajam dan petasan, sekaligus menelusuri dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan kelompok geng motor yang beroperasi di Kota Makassar.
Polrestabes Makassar menegaskan akan terus meningkatkan patroli, khususnya pada malam hingga dini hari, di sejumlah kawasan yang dinilai rawan terjadi aksi tawuran maupun tindak kriminal jalanan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta mencegah terjadinya aksi serupa di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pemeriksaan terhadap ketiga remaja masih berlangsung. Kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam rencana tawuran tersebut. Status hukum para remaja akan ditentukan setelah proses penyelidikan dan penyidikan selesai sesuai ketentuan yang berlaku. (*)
Editor :
Albar Arianto








