SULSELTA.NET, Bantaeng — Manajemen Hotel Kirei memberikan klarifikasi terkait keluhan warga mengenai bau menyengat yang sebelumnya diduga berasal dari limbah hotel. Pihak hotel menyatakan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dilakukan secara berkala dan terbuka terhadap pemeriksaan bersama untuk memastikan sumber bau tersebut.
Manajer Hotel Kirei, Endang, pada Selasa (28/7/2026), menjelaskan bahwa pihak hotel selama ini memprioritaskan kebersihan serta pengelolaan limbah. Menurut keterangannya, IPAL Hotel Kirei juga rutin mendapat pemeriksaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Endang menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan yang diterima pihak hotel, tidak ditemukan bau maupun dampak limbah yang berasal dari hasil pengelolaan IPAL Hotel Kirei.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai bau menyengat di sekitar lokasi, manajemen Hotel Kirei menyatakan terbuka apabila instansi berwenang melakukan pemeriksaan bersama untuk mengetahui sumber bau secara objektif.
Menurut Endang, pemeriksaan diperlukan agar tidak muncul kesimpulan mengenai sumber bau sebelum terdapat hasil pengecekan. Ia juga menyebut terdapat sejumlah tempat usaha lain di sekitar lokasi yang menurut keterangannya belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah.
Sebelumnya, seorang warga mengeluhkan bau menyengat di kawasan sekitar Hotel Kirei dan menduga bau tersebut berkaitan dengan limbah hotel. Keluhan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pihak manajemen.
Hingga berita ini disusun, masih terdapat perbedaan keterangan antara keluhan warga dan penjelasan pihak Hotel Kirei mengenai sumber bau. Pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang diperlukan untuk memastikan sumber bau berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai sumber bau sekaligus menjadi dasar penyelesaian persoalan secara objektif bagi masyarakat, pihak hotel, dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
Editor :
Albar Arianto








